Makassar, Mapress.co.id – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) se-Kecamatan Tamalate menggelar kegiatan bertajuk “Praktik Kolaborasi Pembelajaran Mendalam” pada 1, 3, dan 4 Oktober 2025. Acara ini berlangsung di Erlangga dan Hotel Prima Makassar dengan dihadiri ratusan guru dari berbagai jenjang.
Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga fase, yakni A, B, dan C. Masing-masing fase diikuti 140 guru sehingga total peserta mencapai 420 orang. Hari pertama berlangsung di Erlangga, sementara fase B dan C digelar di Hotel Prima Makassar.
Hadir sebagai pemateri, Dr. Thamrin Paelori, M.Pd., Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kota Makassar, yang menekankan pentingnya sinergi guru dalam membangun iklim belajar yang aktif, kreatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
“Intinya sekarang bukan lagi menjelaskan konsep deep learning, melainkan bagaimana implementasinya. Guru harus mulai memberi pengalaman belajar mendalam yang bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik,” ujar Thamrin Paelori, Sabtu (04/10/2025).
Lanjut ia menambahkan bahwa praktik kolaborasi tidak boleh berhenti setelah pelatihan. Guru perlu menindaklanjutinya dengan aksi nyata di kelas, termasuk melakukan open class agar rekan guru lain dapat belajar dari proses pembelajaran yang diterapkan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi.
“Sekreatif apa pun guru, kalau tidak menggunakan teknologi, pasti akan lambat. Bahkan sekarang banyak guru sudah memanfaatkan ChatGPT dan AI untuk desain pembelajaran. Guru tidak boleh gaptek,” tegasnya.
Lebih jauh, Dr. Thamrin berharap kepala sekolah turut memastikan hasil pelatihan benar-benar diterapkan.
“Sekolah perlu menagih apa yang sudah diperoleh guru dari kegiatan ini, sehingga ada tindaklanjut nyata. Jangan ada lagi alasan guru tidak dilatih,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Tamalate, Junaedah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi antusiasme para guru yang hadir.
“Ini kegiatan yang sangat baik dan luar biasa. Pematerinya kita tahu bersama adalah sosok yang sangat handal. Saya sengaja melaksanakan kegiatan ini selama tiga hari agar tidak ada lagi guru di Tamalate yang tidak mengetahui tentang pembelajaran mendalam. Setelah itu, hasilnya kembali dikembangkan di gugus masing-masing, kemudian diaplikasikan di sekolah dan di kelas masing-masing,” ungkapnya.
Dengan keikutsertaan seluruh guru kelas dari fase A, B, hingga C, ia berharap tidak ada lagi guru di Kecamatan Tamalate yang tertinggal dalam penerapan pembelajaran mendalam.


















