Takalar, Mapress.co.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendongkrak kualitas pendidikan tidak sekadar di atas kertas. Langkah nyata kembali ditunjukkan oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus (Daeng Manye), yang secara mengejutkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke UPT SMP Negeri 1 Polongbangkeng Utara, Rabu (03/06/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Langkah berani ini diambil guna melihat potret wajah pendidikan daerah yang seutuhnya dan tanpa rekayasa protokoler.
Dalam kunjungan yang sempat mengejutkan warga sekolah tersebut, Bupati tidak datang sendiri. Ia didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas).
Kehadiran rombongan pejabat teras ini disambut langsung oleh Kepala UPT SMPN 1 Polongbangkeng Utara, Hasniah S., S.Pd., M.Pd., bersama jajaran guru dan staf tata usaha yang tengah bertugas.
Begitu menginjakkan kaki di area sekolah, Daeng Manye, sapaan akrab Bupati, langsung bergerak gesit mengitari seluruh penjuru fasilitas pendidikan. Peninjauan perdana menyasar ruang-ruang kelas guna memantau dari dekat tingkat kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar yang sehari-hari digunakan siswa.
Baginya, suasana belajar yang sehat dan kondusif adalah fondasi utama dalam menyerap ilmu pengetahuan.
Tidak hanya fokus pada ruang kelas, perhatian Bupati juga tertuju pada aspek sanitasi yang kerap luput dari pengawasan. Ia turun langsung memeriksa kelayakan dan kebersihan WC sekolah, sebuah fasilitas vital yang mencerminkan kedisiplinan hidup sehat warga sekolah.
Tak berhenti di situ, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga menjadi sasaran inspeksi guna memastikan kesiapan fasilitas pertolongan pertama bagi para peserta didik.
Sidak yang berlangsung dinamis ini kemudian berlanjut ke area pusat kendali administrasi, yakni ruang tata usaha (TU). Di ruangan tersebut, Bupati memantau langsung ritme pelayanan administrasi sekolah demi memastikan tata kelola berjalan efektif.
Evaluasi menyeluruh ini pun ditutup dengan meninjau ruang kepala sekolah, serta ruang wakil kepala sekolah sebagai bagian dari ekosistem pendukung manajemen pendidikan.
Selama proses peninjauan, ketelitian Daeng Manye terlihat jelas saat mengamati setiap detail sarana dan prasarana yang ada. Ia menegaskan, metode sidak dipilih sengaja agar pemerintah bisa mendapatkan data riil di lapangan.
Dengan melihat kondisi apa adanya tanpa persiapan khusus dari pihak sekolah, kebijakan yang diambil ke depan akan jauh lebih tepat sasaran.
“Saya sengaja datang untuk melihat kondisi sekolah secara langsung. Alhamdulillah, apa yang saya lihat hari ini sangat baik. Mulai dari WC yang bersih, ruang kelas yang tertata rapi, ruang UKS yang memadai, hingga ruang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang terawat dengan baik,” Daeng Manye.
Apresiasi tinggi pun mengalir dari orang nomor satu di Takalar ini kepada seluruh manajemen sekolah yang dinilai berhasil menjaga marwah lingkungan pendidikan.
Menurutnya, sinergi yang baik dalam merawat kebersihan adalah cerminan karakter institusi tersebut. Lingkungan yang asri dan nyaman secara psikologis akan meningkatkan fokus serta semangat belajar siswa di sekol
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi menjadi budaya yang harus dibangun bersama oleh kepala sekolah, guru, staf, dan siswa. Sekolah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan menyenangkan,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinannya akan terus konsisten mengawal penguatan sarana dan prasarana.
“Kunjungan mendadak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemda tidak akan tinggal diam dalam memfasilitasi dunia pendidikan, demi mencetak generasi muda Takalar yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing di kancah global,” tutupnya.(*)

















