Makassar, Mapress.co.id – Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko
menggelar kegiatan Coffee Morning bersama awak media cetak, online, dan elektronik, di Kolam Renang Hasanuddin, Makassar, Jumat (30/01/2026), sebagai ajang silaturahmi sekaligus pembekalan mitigasi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi yang marak terjadi
di awal tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Kodam XIV/Hasanuddin, di antaranya para asisten, Kepala Badan Pelaksana (Kabalak), Komandan Satuan, serta pimpinan dan jurnalis dari berbagai media.
Dalam sambutannya, Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bersilaturahmi dengan insan pers di tengah situasi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Pulau Jawa.
“Pagi ini saya mengajak rekan-rekan media untuk bersilaturahmi, berbagi, dan belajar bersama. Kita semua menyaksikan bagaimana bencana terjadi bertubi-tubi di Sumatera, Jawa, hingga Jakarta dan sekitarnya,” ujar Pangdam.
Ia menegaskan bahwa dalam setiap peristiwa bencana, TNI dan awak media selalu berada di lokasi yang sama, bahkan kerap menghadapi risiko yang serupa.
“Di mana ada bencana, di situ ada tentara. Dan di mana ada bencana, di situ juga selalu ada awak media. Kita sudah sangat familiar dengan medan yang berbahaya dan ekstrem,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga memberikan edukasi praktis kepada awak media terkait teknik bertahan hidup saat menghadapi banjir. Salah satunya dengan memanfaatkan ransel sebagai alat pelampung darurat.
“Selama ini ransel kita anggap hanya sebagai beban. Padahal dengan cara yang sangat sederhana, ransel justru bisa menjadi alat penolong utama saat kondisi banjir,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan bahwa cukup dengan dua lembar plastik untuk membungkus perlengkapan di dalam ransel, kemudian diikat rapat, ransel tersebut dapat berfungsi sebagai pelampung.
“Ini adalah teknik yang digunakan prajurit saat melintasi sungai, danau, rawa, bahkan laut. Tanpa modal besar, tapi sangat efektif untuk keselamatan,” imbuhnya.
Selain itu, Pangdam juga mengingatkan pentingnya penggunaan sepatu saat melintasi area banjir atau sungai guna melindungi kaki dari ancaman benda tajam dan medan berbahaya.
Kegiatan Coffee Morning tersebut ditutup dengan demonstrasi langsung oleh prajurit Kodam XIV/Hasanuddin yang memperagakan teknik bertahan hidup dalam kondisi darurat, sebagai bekal keselamatan bagi awak media saat bertugas di lapangan.
“Apa yang selalu kita bawa dan menempel di tubuh kita, sejatinya bisa menjadi alat penolong pertama bagi diri kita sendiri,” pungkasnya.


















