Cover

style=

SMPN 19 Makassar Raih Juara II Senam Anak Indonesia Hebat di Pekan Olahraga Tradisional

Makassar, Mapress.co.id – Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, sukses menggelar Pekan Olahraga Tradisional (POT) yang meriah, Minggu (27/04/2025).

Acara yang berlangsung di pelataran parkir Phinisi Point Mall Makassar ini mempertandingkan berbagai jenis olahraga tradisional seperti hadang, terompa, serta senam Anak Indonesia Hebat. Semangat melestarikan budaya dan olahraga tradisional tampak membara dalam kompetisi tingkat kota ini, yang diikuti oleh berbagai sekolah di Makassar, termasuk SMP Negeri 19 Makassar.

Dengan persiapan dan latihan yang matang, tim Senam Anak Indonesia Hebat dari SMP Negeri 19 Makassar berhasil menunjukkan performa yang memukau. Kerja keras dan kekompakan tim akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan dengan meraih Juara 2 dalam kategori Senam Anak Indonesia Hebat tingkat SMP. Prestasi ini menjadi kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi sekolah.

Nurnaningsih, guru olahraga sekaligus pendamping lomba, tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian anak didiknya.

“Saya sangat terharu dan bangga. Tidak menyangka anak-anak bisa meraih juara di tengah persaingan yang ketat dari sekolah-sekolah lain se-Kota Makassar,” ungkap Nurnaningsih dengan mata berkaca-kaca.

Beliau memuji semangat dan dedikasi para siswa yang telah berlatih keras untuk mengharumkan nama sekolah.

Kepala SMP Negeri 19 Makassar, Muhammad Kasim, turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keberhasilan tim Senam Anak Indonesia Hebat dalam ajang Pekan Olahraga Tradisional ini.

Beliau menekankan pentingnya partisipasi aktif siswa dalam berbagai kegiatan, baik akademik maupun non-akademik, termasuk dalam melestarikan olahraga tradisional.

“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan anak-anak kita dalam lomba olahraga tradisional ini.

Saya berharap SMP Negeri 19 Makassar tidak pernah absen dalam setiap perlombaan, baik di tingkat kota maupun nasional, sebagai wadah pengembangan potensi siswa,” pungkas Muhammad Kasim.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk mencintai dan melestarikan olahraga tradisional Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *