Makassar, Mapress.co.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar tahun ajaran 2025 tengah berlangsung. Pendaftaran jalur domisili yang dimulai sejak 30 Juni hingga 3 Juli 2025 mengalami kendala teknis pada hari pertama akibat server yang tidak bisa diakses.
“Di hari pertama itu server benar-benar tidak terbuka. Hanya sempat aktif sekitar lima menit, lalu kembali tidak bisa diakses hingga malam. Kami bahkan harus bekerja hingga pukul 2 dini hari membantu warga yang sudah kirim data,” ujar Ketua Panitia SPMB SMPN 27 Makassar, Hadana, Senin (30/06/2025).
Pihak sekolah hingga kini masih menunggu instruksi resmi dari Dinas Pendidikan terkait kemungkinan perpanjangan pendaftaran.
Menurut Hadana, jika mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya akan ada tambahan satu hari untuk mengantisipasi kendala teknis di awal pendaftaran.
Jalur non domisili sendiri akan dibuka mulai tanggal 7 hingga 10 Juli 2025. Sementara pengumuman hasil seleksi jalur domisili dijadwalkan pada 4 Juli 2025.
Tahun ini, SMPN 27 Makassar hanya membuka 9 rombongan belajar (rombel) untuk kelas VII, dengan total daya tampung sebanyak 266 siswa. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 11 rombel.
“Kita hanya membuka 9 rombel karena keterbatasan ruang kelas. Kapasitas maksimal 288 siswa, tapi dikurangi siswa tinggal kelas, jadi total daya tampung bersih 266 siswa,” jelasnya.
Adapun untuk komposisi jalur penerimaan dan pembagian kuota masih mengacu pada petunjuk teknis dari pusat, yakni jalur domisili 50%, jalur afirmasi 20%, jalur prestasi (akademik dan non akademik) 25%, jalur perpindahan orang tua (mutasi) 5%
Selain itu, SMPN 27 termasuk sekolah yang berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Gowa, sehingga memiliki skema penerimaan khusus untuk calon siswa dari wilayah tersebut, sebagaimana juga berlaku di sekolah lain seperti SMPN 18 dan SMPN 26.
Diakhir keterangannya, Hadana menyampaikan harapan agar sistem SPMB tahun depan dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan server.
“Semoga tahun-tahun berikutnya pelaksanaan SPMB bisa lebih stabil. Server yang baik akan sangat membantu masyarakat dan meringankan kerja panitia. Kalau jaringan bermasalah, itu menguras tenaga dan pikiran,” pungkasnya.



















