Cover

style=

Raih Prestasi di Ajang Porseni PGRI Ranting Rappocini, Guru SMPN 13 Makassar Melaju ke Tingkat Kota

Makassar, Mapress.co.id – UPT SPF SMPN 13 Makassar kembali menorehkan prestasi dalam ajang seleksi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Ranting Rappocini yang digelar pekan lalu.

Pada kegiatan tersebut, SMP Negeri 13 Makassar berhasil meraih Juara 1 cabang olahraga bola voli putri dan Juara 2 cabang olahraga bulutangkis putri.

Seleksi Porseni PGRI Ranting Rappocini ini dilaksanakan sebagai tahapan awal untuk menjaring perwakilan yang akan bertanding pada Porseni PGRI tingkat Kota Makassar. Sejumlah cabang olahraga dan seni dipertandingkan, antara lain futsal, bulutangkis, tenis meja, petanque, dan bola voli.

Guru Pendidikan Jasmani SMP Negeri 13 Makassar, Wardah, menjelaskan bahwa peserta Porseni PGRI merupakan guru dan tenaga pendidik yang telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Yang mengikuti Porseni ini adalah guru-guru dan tenaga pendidik yang sudah terdata di Dapodik. Jadi memang khusus anggota PGRI yang aktif,” ujar Wardah, Jum’at (30/01/2026).

Berkat capaian tersebut, SMP Negeri 13 Makassar meloloskan sejumlah guru untuk mewakili Ranting Rappocini pada Porseni PGRI tingkat Kota Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 4 Februari 2026.

“Untuk Porseni tingkat kota nanti, dari SMP Negeri 13 ada beberapa guru yang akan berlaga. Di cabang bola voli putri ada empat orang, kemudian kami juga mengirim perwakilan untuk cabang bulutangkis dan tenis meja,” jelasnya.

Wardah menambahkan, pada ajang seleksi tingkat ranting tersebut dirinya dipercaya sebagai manajer tim. Namun, ia tidak ikut bertanding karena baru saja menjalani operasi.

“Saat seleksi kemarin saya bertugas sebagai manajer. Saya tidak ikut bertanding karena baru selesai operasi. Jadi lebih berperan sebagai penggerak dan pendamping tim,” tuturnya.

Ia berharap keikutsertaan para guru dalam ajang Porseni PGRI dapat menunjukkan bahwa tenaga pendidik tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang olahraga dan seni.

“Semoga guru-guru yang bertanding nanti bisa memberikan hasil terbaik. Ini juga menjadi bukti bahwa guru bukan hanya mampu mengajar, tetapi juga mumpuni di bidang seni dan olahraga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *