Cover

style=
Berita  

Pulau Kodingareng Keke Butuh Sentuhan Wisata

(Oleh : Andi Pasamangi Wawo)

Makassar, Mapress.co.id – Kodingareng Keke, salah satu pulau di Kota Makassar berjarak 8 mil dari Pantai Losari yang masuk dalam wilayah Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar.

Mengapa tak masuk di Kelurahan Kodingareng, ternyata masalah jaraknya tempuhnya lebih jauh di banding Barrang Caddi.

“Kalau cuaca lagi bersahabat, biasa ditempuh 30 menit saja”, tutur Bahtiar warga Pulau Lae Lae, pemilik perahu jenis boat bermesin ganda @40 PK yang memuat penumpang, maksimal 10 orang saja.

Biaya sampai ke tujuan, tergantung negosiasi pemilik perahu. Seperti yang saya tumpangi biasanya Rp500.000, kadang Rp400.000/unit perahu boat, pergi pulang, star sekitar pukul 6.00 pagi. Kembali jangan sampai sore guna menghindari ombak tinggi dan angin kencang.

Pulau yang pasir putihnya sering berpindah-pindah jadi daratan tergantung cuaca ini, tak berpenghuni.

Di hari libur, nelayan yang bermukim di pulau sekitarnya ikut menjajakan tangkapan ikan segarnya. Harga murah meriah plus layanan dibakarkan. Tugas wisatawan, menyantap.dalam keadaan masih panas pun boleh.

Pihak Dinas Pariwisata Makassar 10 tahun lalu, kata seorang nelayan, pernah membangun menara tapi saat ini tampak terbengkalai karena selain fondasinya terkikis ombak, atap dan tangganya butuh renovasi.

“Saat ini Pak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mulai melirik pulau ini,” jelas Dg. Juma, seorang mantan Ketua RT di Pulau Baarang Caddi, yang mengaku ditugasi menjaga pulau ini dengan membangun beberapa gasebo dan balla-balla yang dia sewakan ke para pengunjung.

“Semoga di tangan beliau, pulau ini bisa jadi obyek wisata yang diminati,” harapnya, sambil menunjuk gasebo ukiran dan meja panjang serta sejumlah kursi terbuat dari kayu ‘sappu’ milik Pak Amran Sulaiman.

“Biasanya Pak Mentan merasa senang kalau berkunjung menikmati suasana pantai karang yang jernih di sini,” cerita Juma sambil menunjuk sebagian dermaga yang sudah di renovasi Pak Andi Amran.

Luas daratan hanya sekitar 2 hektar. Tapi kalau dibuatkan tanggul pemecah ombak mungkin tumbuh delta bertambah jadi daratan baru.

Dermaganya sudah banyak rusak. Menara pun tampak ‘merana’ terkikis fondasinya. Hingga tampak butuh sentuhan perhatian lewat proyek.

“Mungkin karena retribusi masuk dermaga kayu bangkoa di Pantai Losari hanya seribu rupiah per orang, hingga PAD-nya tak diharapkan mampu mengembangkan obyek wisata yang dulu terkenal di dalam gugusan pulau-pulau di lintasan selat Makassar depan kota pintu Indonesia Timur ini. Hingga seniman yang juga mantan Bupati Bone, Almarhum Andi Baso Amir, adik Almarhum Jenderal M. Yusuf, menjulukinya ‘Lasarengba’, sebagai akronim dari Lae-lae, Samalona, Kodingareng dan Barrang.

Dengan hadirnya tokoh Sulsel yang berminat memelihara Pulau ini, tentunya tak salah kalau menyolek Pemkot Makassar lewat Dinas Pariwisata agar lebih aktif dan kreatif mengarahkan programnya ke kawasan ‘Lasarengba’, khususnya Pulau Kodingareng Keke ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *