Cover

style=

Pesantren Kilat SMPN 23 Makassar Perkuat Ibadah dan Karakter Siswa selama Ramadan

Makassar, Mapress.co.id – Kepala UPT SPF SMPN 23 Makassar, Asrah, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa pelaksanaan pesantren kilat selama bulan Ramadan difokuskan pada penguatan pemahaman agama dan pembinaan karakter siswa.

Dalam keterangannya, Asrah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membentuk pribadi siswa yang lebih religius dan berakhlak baik.

“Tujuan utama kami menyelenggarakan pesantren kilat supaya anak-anak lebih menggali ilmu agama dan pembinaan karakter. Di samping itu, meningkatkan ibadah serta melatih hubungan anak-anak dengan Tuhannya,” ujar Asrah, Rabu (04/03/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menjunjung tinggi nilai keberagaman yang ada di sekolah.

Menurutnya, SMPN 23 Makassar merupakan sekolah yang menjunjung semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Karena SMP 23 itu Bhineka Tunggal Ika, ada muslim dan non-muslim. Jadi tetap juga anak-anak kami yang non-muslim ada kegiatannya masing-masing dalam beribadah. Intinya mendekatkan diri kepada Tuhan, menambah ilmu agama dan pembinaan karakter,” jelasnya.

Pesantren kilat ini telah berlangsung hampir dua pekan dan difokuskan bagi siswa kelas VII dan VIII.

Sementara siswa kelas IX tetap dilibatkan dalam sebagian kegiatan, namun juga diarahkan untuk fokus pada persiapan TKA.

“Ini sudah berlangsung hampir dua minggu untuk kelas VII dan VIII Untuk kelas IX tetap kami aktifkan di sebagian kegiatan pesantren kilat, tetapi sebagian juga kami fokuskan pada TKA-nya,” terangnya.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan setiap pagi meliputi salat dhuha, ceramah agama, serta tadarus Al-Qur’an yang dipandu oleh wali kelas.

“Pagi-pagi itu kegiatannya salat dhuha, ceramah agama dengan tadarus. Tadarus itu dipandu oleh wali kelas. Ini sudah berjalan lebih dari satu minggu dan menjelang dua minggu,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Asrah berharap kegiatan pesantren kilat mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas ibadah dan pembentukan karakter siswa, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.

“Harapan kami, semoga melalui kegiatan ini anak-anak bisa lebih meningkatkan ibadahnya, karakternya lebih terbina, baik hubungannya dengan orang tua, guru-guru, maupun teman-temannya. Serta mampu menjalin silaturahmi dengan orang-orang di sekitarnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *