Cover

style=

Peringati Satu Dekade, Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih Launching SPMB TA 2027/2028

Makassar, Mapress.co.id – Memperingati satu dekade, Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih melakukan launching Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2027/2028, Selasa (25/08/2026).

Kegiatan launching kali ini turut dihadiri oleh, Dirut Dr. Peni Setyowati, S.Si., M.Si., MCPC, Direktur Humas Muh. Syahrir, S.E, Gr, Kepala Devisi Humas Asliah Resa Presanty, S.Pd., M.Pd., Gr, Kepsek TK Siti Aisyah, S.P., S.Pd., Gr, Kepsek SDN Muhammad Syawal, S.Pd., M.Pd., Kepsek SMP Abdul Azis, S.Pd., M.Pd., Gr, Kepsek SMA Andi Agus, S.Pd., M.Pd., Gr, dan para guru, tenaga kependidikan, serta komite sekolah.

Rencananya, Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih ini akan membuka 1 rombel (rombongan belajar) di tingkat SMA. Sedangkan untuk tingkatkan SMP akan membuka 3 rombel. Sementara di tingkat SD akan membuka 5 rombel, dan tingkat TK akan membuka 8 rombel.

“Jadi khusus tingkat SMA, kami memang fokus buka 1 rombel setiap tahunnya, karena kami lebih berfokus bagaimana anak-anak kami ini bisa lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Alhamdulillah, lulusan Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih sudah menyebar ke seluruh fakultas dan universitas ternama di Indonesia,” ujar Dirut Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih, Dr. Peni Setyowati.

Bahkan untuk tahun ini, kata Dr. Peni Setyowati, alumni Sekolah Al-Fatih ada lolos di Kedokteran Unhas. Kemudian Fakultas Teknik Elektro, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik Pertambangan, Fakultas Akuntasi, Fakultas Hukum, serta sekolah kedinasan, mulai Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Dalam keterangannya, Dr. Peni Setyowati mengatakan di Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih sendiri selain manajemen unit di level TK, SD, SMP dan SMA, ada namanya manajemen pusat.

“Jadi ada Direktur Akademik, Direktur Operasional, Direktur Humas dan Marketing, dan ada Penjamin Mutu, serta ada Lawyernya. Kemudian untuk di level unit, ada Kepala Sekolah TK, SD, SMP dan SMA, beserta jajarannya,” ujarnya.

“Alhamdulillah sekolah Al-Fatih ini, menjelang satu dekade atau hampir 10 tahun, kami berkiprah di dunia pendidikan di Kota Makassar,” sambungnya.

Menurutnya, 10 tahun bagi kami ini bukan sekedar perjalanan waktu, melainkan sebuah momentum untuk melakukan refleksi, sejauh mana kehadiran Sekolah Islam Al-Fatih ini telah memberi arti buat anak-anak, buat orang tua, dan tentunya buat masyarakat yang ada di Kota Makassar.

“Alhamdulillah, murid Sekolah Al-Fatih ini tidak hanya tinggal di Kota Makassar saja, melainkan ada yang sampai di Takalar. Tentunya harapan kami ke depan, Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih ini semakin kuat untuk menjadi rumah tumbuh, rumah pendidikan, yang tidak hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara akademik, namun bagaimana sangat ingin mewujudkan anak-anak yang tangguh, yang memiliki adab dan akhlak yang berkarakter Qurani,” jelasnya.

“Kami percaya bahwa kecerdasan manusia itu tidak cukup, perlu adanya ketangguhan secara spiritual dan emosional,” lanjutnya.

Selain itu, ia pun berharap Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih bisa tumbuh bersama dengan masyarakat, membangun kolaborasi yang sangat bermanfaat, membuka ruang kontribusi, dan ikut menjawab tantangan pendidikan di tengah perubahan zaman yang sangat luar biasa ini.

“Tentunya ini merupakan tantangan anak-anak jauh berbeda dengan tantangan pada masa kami. Anak-anak jaman sekarang sudah sangat mengenal handphone. Sedangkan kita dulu belum mengenal handphone,” bebernya.

Lanjut ia menceritakan, jika 10 tahun pertama adalah kami menanam fondasi, maka di satu dekade berikutnya, harapan kami semoga kami bisa lebih memperluas kebermanfaatan kami di tengah masyarakat utamanya di Kota Makassar, serta bisa mengibarkan bendera Sekolah Al-Fatih di kancah nasional bahkan internasional.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah lembaga pendidikan bukan hanya seberapa banyak kelulusan yang dihasilkan, tetapi seberapa banyak kebaikan yang terus tumbuh dari mereka, dan kembali memberi manfaat kepada masyarakat. Mudah-mudahan 10 tahun ini, Sekolah Al-Fatih berakar pada Al-Qur’an, bertumbuh mengikuti zaman, dan hadir memberi manfaat, serta menginspirasi di era digital,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *