Makassar, Mapress.co.id – Kondisi gedung utama UPT SMA Negeri 23 Makassar memunculkan keprihatinan mendalam. Plafon lantai tiga di sekolah tersebut mengalami kerusakan
parah dan nyaris ambruk.
Kerusakan itu terletak tepat di atas akses tangga utama, yang setiap hari dilalui oleh siswa, guru, dan staf sekolah.
Pantauan langsung Mapress.co.id di lokasi, menunjukkan bagian plafon yang terbuka lebar, menampakkan rangka bangunan yang sudah rapuh dan kabel-kabel instalasi yang nampak keluar tanpa pelindung. Kondisi tersebut bukan hanya merusak estetika sekolah, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.
Fakta yang mengemuka di lapangan menyebutkan kerusakan sudah terjadi sejak tahun 2021. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk melakukan renovasi atau perbaikan menyeluruh.
“Kondisi plafon ini sangat memprihatinkan, sudah lama terjadi tapi belum diperbaiki juga. Ini jelas membahayakan,” ujar Rizal Rahman LSM LEMKIRA, sekaligus pemerhati pendidikan kepada Mapress.co.id. Senin (28/07/2025).
Lebih ironis lagi, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Siswa dan guru tetap melewati jalur berbahaya itu setiap harinya.
Dalam sebuah pernyataan yang berhasil dihimpun, disebutkan bahwa permasalahan ini sempat dijanjikan akan ditangani sejak kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya. Namun, janji tersebut tak kunjung terealisasi.
“Ini pernah dijanjikan bangunan baru, tapi katanya terkendala persoalan internal antara kepala dinas dan kementerian. Jadi mandek,” ungkap Rizal Rahman.
Lanjut Rizal mengatakan, meskipun demikian, kepala sekolah saat ini dinilai tetap berupaya membangkitkan semangat siswa dan menjaga prestasi sekolah, walaupun kondisi bangunan memprihatinkan.
Meskipun infrastruktur, serta sarana dan prasarana sangat memprihatikan. Namun, sekolah yang dipimpin Dr. Syahruddin, M.Pd sejak tahun 2023, telah berhasil meloloskan anak didiknya Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebanyak 42 orang, dan lulus jalur undangan/bebas tes, sebanyak 12 orang.
“Jadi yang kami dengar, pembangunan gedung baru akan di eksekusi sekitar bulan Agustus atau September tahun ini. Kami hanya bisa berharap pemerintah benar-benar menepati janjinya,” jelas Rizal Rahman.
Sebelumnya, wacana Pemrov Sulsel untuk fokus benahi infrastruktur pendidikan sebanyak 243 sekolah tahun ini dipertanyakan.
Ia pun berharap penuh kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar segera merealisasikan perbaikan gedung demi menjamin keselamatan dan kenyamanan proses belajar siswa.
“Kami selaku pemerhati pendidikan meminta kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera mengambil langkah nyata dalam merealisasikan perbaikan gedung sekolah, demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para siswa dalam menjalani proses belajar-mengajar,” pungkasnya.



















