Cover

style=

Kembali Bermasalah, Andi Jaka: Minta Disdik Sulsel Transparansi Pelaksanaan SPMB 2025

Pemerhati Pendidikan, Andi Jaka Malageni, SH.

Makassar, Mapress.co.id – Pemerintah Provinsi Sulsel dalam hal ini Dinas Pendidikan kembali memperlihatkan ketidaksiapannya melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Ini dibuktikan dengan diundurnya Tes Potensi Akademik (TPA) yang sejatinya dilaksanakan mulai Rabu (14/05/2025). Namun, pihak Panitia Dinas Pendidikan Sulsel menginformasikan adanya pengunduran jadwal pelaksanaan TPA di tanggal 17 dan 19 Mei 2025, akibat adanya masalah pada aplikasi (server) yang tidak berjalan dengan baik.

Kemudian masalah yang kedua, pasca pengunduran jadwal Tes Potensi Akademik, kali ini terkait masalah soal pada Tes Potensi Akademik (TPA). Ditemukan, pada hari pertama Tes Potensi Akademik, terdapat soal yang tidak mempunyai jawaban sama sekali.

Menanggapi masalah ini, mendapat respon keras dari pemerhati pendidikan, Andi Jaka Malageni, SH.

“Apa indikator Dinas Pendidikan Sulsel memberikan penilaian kepada peserta. Jelas-jelas saja jawabannya tidak ada dalam soal tersebut. Ini kan tanda tanya besar? Masyarakat minta transparansi penilaian yang dilakukan Dinas Pendidikan kepada peserta,” ungkap Jeje (sapaan akrabnya) Sabtu (17/05/2025).

Apalagi, kata Jeje yang sangat getol mengkritisi dunia pendidikan di Sulsel ini menyampaikan bahwa, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H. Iqbal Nadjamuddin dalam statmennya di media online mengatakan akan memastikan SPMB 2025 transparan dan fair.

Jeje menanyakan transparansi dan fair gimana maksudnya. “Kami sangat menyayangkan ketika dikonfirmasi melalui WhastApp pribadinya dan di Group Humas Disdik mengenai permasalahan ini, tidak ada satu pun pihak Dinas Pendidikan yang bisa memberikan jawaban atas masalah yang terjadi,” jelas Jeje, yang merupakan Pengurus PWI Sulsel ini.

Apalagi, dalam unggahan video yang beredar di dunia maya dengan akun @rakyatkecil321, memperlihatkan seorang ibu-ibu menyebut nama Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat.

“Kang Dedi, kang Dedi Mulyadi nggak mau ke Makassar kah. Di Makassar susah sekali anak-anak masuk sekolah. Tidak ada orang dalam (ordal), nggak ada uang. Anak-anak nggak bisa masuk nggak bisa lulus. Kang Dedi bantu dulu di Makassar, perbaiki sekolah di Makassar, biar anak-anak yang berprestasi, yang rajin belajar, bisa lebih semangat lagi masuk sekolah. Terima kasih Pak Dedi,” ucap ibu-ibu yang ada dalam video tersebut.

“Ini merupakan tamparan keras Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel. Masyarakatnya sendiri malah meminta tolong ke Gubernur Jawa Barat. Berarti, masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel untuk menyelesaikan permasalahan SPMB di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *