Makassar, Mapress.co.id – Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar melaksanakan kegiatan edukasi ‘Keselamatan Berlalu Lintas’, di Bosowa School, Jum’at (22/08/2025).
Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Makassar, Muhammad Rheza, perwakilan Jasa Raharja, Kejaksaan Negeri Makassar, Polrestabes Makassar.
Kadishub Kota Makassar, Muhammad Rheza menjelaskan bahwa peserta yang ikut dalam kegiatan ini berasal dari siswa-siswi tingkat SD, SMP, dan SMA.
Di hadapan para siswa, Muhammad Rheza menekankan pentingnya memahami aturan lalu lintas sejak dini. Menurutnya, aturan bukan sekadar rambu di jalanan, melainkan panduan dasar yang mengatur hak dan kewajiban setiap pengguna jalan.
“Peraturan lalu lintas adalah dasar kita bergerak di ruang interaksi. Kalau aturan ini diabaikan, akan terjadi kekacauan yang ujungnya merugikan diri sendiri dan orang lain. Saya ingin anak-anakku di sini tumbuh dengan kesadaran bahwa keselamatan di jalan dimulai dari disiplin diri,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, banyaknya pelanggaran kecil di jalanan, seperti menerobos lampu merah, tidak memakai helm, hingga parkir di trotoar, yang dibiarkan begitu saja. Padahal, menurutnya, kebiasaan mengabaikan aturan kecil bisa berimbas pada persoalan besar di masyarakat.
Di depan para stakeholders, Kadishub Makassar juga menyampaikan harapannya ke depan agar pendidikan lalu lintas bisa masuk dalam kurikulum dasar. Dengan begitu, anak-anak sejak sekolah dasar sudah terbiasa menghormati hak-hak pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan bersepeda.
“Kalau kita ke negara lain, zebra cross dan traffic light itu sangat dihormati. Di sana, pejalan kaki adalah prioritas utama. Nah, budaya tertib itu harus kita mulai bangun di Makassar, dimulai dari sekolah,” katanya.
Ia juga berpesan kepada siswa agar tidak tergesa-gesa ingin mengendarai motor atau mobil jika belum cukup umur. Kalau belum punya SIM, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan terlebih dahulu.
“Taatilah aturan, karena keselamatan bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk orang lain,” tegasnya.
Selain itu, Kadishub Makassar turut mengingatkan aparat terkait agar lebih memperhatikan pemasangan rambu-rambu di sekitar sekolah. Menurutnya, jam bubar sekolah adalah waktu rawan karena banyak siswa yang bergerombol di jalan. Rambu yang jelas dan tegas bisa meminimalisir potensi kecelakaan.
Kegiatan edukasi ini, menjadi langkah awal yang baik dalam membangun budaya tertib lalu lintas di Makassar.
“Kalau kita semua sadar, patuh, dan menghormati aturan, Insya Allah angka kecelakaan bisa ditekan, dan kota ini akan lebih nyaman bagi semua orang,” pungkasnya.

















