Makassar, Mapress.co.id – Nama H. Eddy Satir Hasan telah lama dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan sektor perumahan di Kota Makassar. Melalui perusahaan yang dipimpinnya, PT. Ganesa Langa Jaya, ia konsisten menghadirkan berbagai kawasan hunian yang kini menjadi bagian dari wajah modern kota Makassar saat ini.
Di usia ke-78 tahun, H. Eddy Satir Hasan dikenang sebagai sosok pekerja keras dengan perjalanan panjang di dunia properti. Kariernya dimulai dari bawah hingga akhirnya menjadi salah satu developer berpengaruh, yang turut memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah melalui sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pembangunan infrastruktur jalan di berbagai kawasan perumahan.
Pengalaman panjangnya juga mempertemukannya dengan sejumlah tokoh penting, termasuk pejabat di era Soeharto. Dari perjalanan tersebut, ia banyak belajar tentang dinamika pembangunan dan strategi pengembangan kawasan hunian yang berkelanjutan.
Kesederhanaan menjadi ciri khas yang melekat pada dirinya. Hal ini pula yang membuat banyak pengembang lain menjadikannya sebagai tempat bertukar pikiran, khususnya dalam hal manajemen dan strategi bisnis properti.
Di bawah kepemimpinannya, PT. Ganesa Langa Jaya berkembang menjadi salah satu pengembang yang dikenal konsisten dan penuh perhitungan dalam menjalankan proyek. Sejumlah kawasan perumahan yang telah dikembangkan menjadi bukti nyata kontribusinya, di antaranya Perumahan Dosen Tamalanrea, BTN Antara, Bumi Permata Hijau, Permata Hijau Permai, Balla Pannakukang, Jipang Permai, Bumi Palem, Komplek IKIP, Residence Alauddin, hingga kawasan Hertasning 6 dan 7.
Kawasan-kawasan tersebut kini menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat Makassar yang terus berkembang.
Saat ini, H. Eddy lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Ia hidup sederhana bersama sang istri, Prof. Syatrianty A. Syaipul Sinrang, serta anak-anaknya.
Meski demikian, perjalanan panjangnya di dunia properti tidak selalu mulus. Ia mengakui pernah menghadapi berbagai tantangan, termasuk sengketa proyek yang berujung pada proses hukum. Namun, baginya hal tersebut merupakan bagian dari dinamika dalam dunia usaha.
“Saya merasakan pahit manisnya menjadi developer. Ketika ada sengketa hingga ke pengadilan, saya anggap itu sebagai konsekuensi dari profesi ini,” ungkap H. Eddy, Rabu (22/04/2026).
Dedikasi dan pengalaman panjang H. Eddy Satir Hasan menjadikannya sebagai sosok inspiratif di dunia properti, khususnya di Makassar.
Komitmennya dalam menyediakan hunian yang layak sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan kota menjadi warisan penting bagi perkembangan sektor perumahan di masa kini dan mendatang.


















