Makassar, Mapress.co.id – Di tengah derasnya arus informasi digital, peran jurnalis semakin krusial dalam menjaga kualitas dan kebenaran berita. Salah satu pemandangan yang tak terlihat publik namun menjadi denyut utama media adalah aktivitas para jurnalis yang bekerja dari balik layar komputer.
Salah satunya adalah Andi Jaka Malageni, SH, (Wartawan Muda Dewan Pers/PWI Sulsel), cucu dari Almarhum Andi Moein MG (Wartawan Senior/Tokoh Pers Sulsel) pemilik dan pendiri media Makassar Press (Mapress) di Tahun 1985.
Di mana pada masa itu masih berbentuk Yayasan, dan kini Mapress kembali melebarkan sayapnya di era moderen dan digitalisasi melalui media online, yang kini menjadi nama Mapress.co.id, yang berada dibawah naungan PT. Makassar Grafika Utama (SK Menkum HAM RI) Nomor : AHU-00794.AH.02.01. Tahun 2021, Tanggal 05 November 2021.
Andi Jaka yang merupakan Direktur, sekaligus Pimpinan Umum Mapress.co.id, setiap harinya berjibaku dengan waktu dan akurasi informasi dari ruang kerja sederhananya. Dirinya memulai hari sejak pagi dengan riset, menulis, hingga memverifikasi data sebelum berita dipublikasikan.
“Menulis berita bukan hanya soal cepat tayang, tapi bagaimana setiap kalimat bisa di pertanggungjawabkan,” ujar Andi Jaka, saat ditemui di ruang redaksi, Minggu (27/07/2025) pagi.
Ruang kerja sekaligus kantor yang ia bangun di rumahnya dilengkapi perlengkapan sederhana namun fungsional, seperti komputer, map dokumen, printer, dan kelengkapan lainnya, plus secangkir kopi menjadi senjata andalan dalam menjaga fokus dan produktivitas. Suasana yang nyaman dan tertata rapi membuatnya betah berlama-lama menulis dan mengedit berita.
Bagi Andi Jaka, menjadi jurnalis bukan sekadar profesi, tetapi tanggung jawab moral. Ia berharap publik semakin cerdas memilih sumber informasi yang valid dan mendukung jurnalisme yang sehat.
“Di era serba cepat ini, kita perlu jurnalis yang tidak hanya pandai menulis, tapi juga jujur dan berpihak pada kebenaran,” tegasnya.
Mapress.co.id sendiri terus mendorong para jurnalisnya untuk bekerja secara profesional dan senantiasa mematuhi kode etik jurnalistik, meski dalam suasana kerja jarak jauh, penuh dengan tekanan serta rintangan.
“Jadi kami senantiasa berkomitmen terhadap akurasi, verifikasi, dan integritas tetap menjadi standar utama dalam menyajikan informasi pemberitaan ke masyarakat,” pungkasnya.


















