Cover

style=
Berita  

Carut Marut Dibalik Apel Sabuk Kamtibmas, Tali Asih yang Salah Kasih

Oleh : Andi Pasamangi Wawo

Makassar, Mapress.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bahayangkara ke-80, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) Polda Sulsel adakan apel ‘Sabuk Kamtibmas’ dengan menghadirkan semua mitra kerja Polisi, seperti Senkom, Bankomdar, Pramuka Saka Bhayangkara, Punggawa Gowa Satpam, Linmas, RT/RW dan FKPM, serta organisasi lainnya, di Pinisi Point (Pipo) kawasan Tanjung Bunga) Makassar, Kamis (25/06/2026) malam.

Acara yang ditandai pembacaan ikrar sejumlah mitra Polisi di bawah temaramnya api yang menyala dari lampu obor bambu, dihadiri Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandani Raharjo Puro, SH, MH didampingi para PJU dan sejumlah pejabat teras Provinsi dan kota Makassar.

Acara yang cukup meriah dan ditata dengan apik ini, ‘ternoda’ oleh ulah oknum petugas arogan setelah ada ‘tali asih’ dalam bentuk pembagian kupon sembako yang dinilai berlangsung ‘carut marut’, seolah membagi ke fakir miskin.

“Bisa dibayangkan kalau hanya satu pintu lokasi melayani ratusan bahkan ribuan orang yang selama ini menjadi mitra Polisi,” tutur sejumlah peserta apel yang mengaku datang sebelum salat Magrib dan harus menunggu antrian sampai larut, sambil menambahkan, mereka diundang datang membantu jadi peserta bukan datang untuk mengemis.

Pantauan wartawan di lokasi, banyak yang terpaksa pulang karena tak tahan antri.

Bahkan, yang menarik, orang yang menyetor lebih dari satu kupon ditolak.

‘Aneh, kalau cepat habis, kan cepat terbagi. Logikanya, jumlah kupon pasti sama jumlah bingkisan. Apalagi, ditandai absensi, sebelum acara,” tanggap sejumlah emak-emak yang sedari tadi antri.

Sementara koordinator mitra Polisi yang menunggu sejumlah anggotanya hingga hampir selesai, bahkan sempat berang akibat seorang oknum berpangkat Aipda, dinilai kasar melayaninya.

“Saya beranjak menyetor dua kupon ke petugas saat terdengar beberapa petugas teriak teriak, tutup-tutup,” katanya.

Menurutnya, salah satu kupon titipan anggota perempuannya yang tak bisa menunggu dan antri lama diserahkan ke petugas berpangkat Kompol dipintu antrian. Namun, sang Aipda yang tugas di mobil truk tersebut hanya menyerahkan satu paket saja.

“Satu saja kuponmu, siapa kau kasi, ambil satu saja,” bentak Aipda.

Kordinator mitra Polisi itupun sangat tersinggung. Selain karena usianya jauh lebih tua dan merasa benar, langsung marah dan membanting paketnya.

“Ambil saja ini, saya susah tua dan dituakan diorganisasi. Tidak mungkin mau berbohong,” ungkapnya.

Ia pun sambil mengatakan, anak muda seperti oknum tersebut sangat tidak layak tugas di Binmas, karena attitude tidak mampu membedakan tatarkrana hadapi orang tua. Apalagi mitra kerjanya yang selama ini selalu menbantu bidang tugasnya. Saya marah karena bicaranya tidak beretika,” sambungnya.

Dia berharap, ke depan kalau ada acara seperti itu, tolong diatur dan layanilah mitra kerja dengan baik sebagaimana ikhlasnya mitramu membantu.

“Jangan mentang-mentang kau merasa berjasa setelah memberi,” pesannya.

Kepada wartawan, dia tak bersedia disebut namanya. “Tak usah di ‘up’. saya yakin Pak Kapolda, khususnya Pak Dirbinmas berniat baik. Hanya saja anak buahnya yang arogan ketika diberi tugas,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *