Makassar, Mapress.co.id – Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti oleh umat muslim di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, Ramadan juga identik dengan berbagai tradisi kebersamaan.
Salah satu tradisi yang paling populer adalah kegiatan buka puasa bersama atau yang sering disebut dengan (bukber).
Buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan makan dan minum setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bukber menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk berkumpul kembali dengan keluarga, teman dan sahabat yang mungkin jarang bertemu di hari biasa.
Tradisi bukber biasanya dilakukan di berbagai tempat, mulai dari warung makan, cafe dan restoran. Suasana kebersamaan terasa semakin hangat ketika semua orang duduk bersama, berbagi cerita, dan menunggu waktu berbuka puasa.
Salah satunya mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, SH, bersama teman dan para sahabat, melaksanakan acara buka bersama di Coffee Shop Kohibara, Jalan Gunung Latimojong, Kota Makassar, Kamis (12/03/2026).
Menurut None (sapaan akrab) Irman Yasin Limpo, mengatakan bahwa bagi banyak orang, acara buka puasa bersama tidak hanya sekadar kegiatan makan bersama. “Tradisi ini memiliki makna yang lebih dalam, karena mampu mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang akibat aktivitas masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, pertemuan dalam suasana Ramadan yang penuh berkah sering kali menghadirkan rasa kebersamaan, kehangatan, serta memperkuat hubungan persaudaraan.
Di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, tradisi buka puasa bersama menjadi kesempatan berharga untuk kembali berkumpul dan menjalin komunikasi yang lebih erat. Bahkan, tidak jarang acara bukber juga menjadi ajang reuni bagi teman-teman lama yang sudah lama tidak bertemu.
“Melalui pertemuan tersebut, kenangan lama kembali diceritakan dan hubungan yang sempat terpisah dapat terjalin kembali,” ungkapnya.
Namun demikian, penting untuk tetap menjaga makna utama dari kegiatan ini.
“Buka puasa bersama sebaiknya tidak hanya menjadi ajang berkumpul semata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan, saling menghargai, dan mempererat silaturahmi,” pungkasnya.


















