Cover

style=

Andi Muhammad Amir Tekankan Pengembangan Karakter, Disiplin, Religius, Sopan Santun di SDN Rappokalling 67/1

Makassar, Mapress.co.id – Pergantian nahkoda kepala sekolah yang lama dengan kepala sekolah yang baru hal yang lumrah terjadi sebagai bagian penyegaran organisasi di satuan pendidikan. Termasuk di UPT SPF SDN Rappokalling 67/1, dari Kepala Sekolah sebelumnya Baharuddin, S.Pd, kepada Kepala Sekolah yang baru Andi Muhammad Amir, S.Pd, M.Pd.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala SDN Rappokalling 67/1, Andi Muhammad Amir akan melihat visi misi sekolah.

Dalam keterangannya, Andi Muhammad Amir mengatakan, saya akan menyusun dulu visi misi sekolah. “Visi misi sekolah sekarang yang ada itu sudah sangat lama dan tidak terbaharukan dengan kondisi zaman saat ini. Jadi visi misi sekolah itu merujuk kepada keimanan, ketaqwaan, ilmu pengetahuan teknologi, berbudaya lingkungan dan karakter. Kemudian dari situ, dilanjutkan dengan misi, dan dilanjutkan program sekolah,” ujar Andi Muhammad Amir, Senin (27/07/2026).

Untuk beberapa program sekolah yang sudah kami bicarakan pada saat rapat kerja dengan dewan guru, dan tenaga kependidikan, yang pertama adalah perubahan pengembangan karakter siswa, yang dimulai dari kedisiplinan, dan tepat waktu datang ke sekolah.

“Jadi selama ini di tahun-tahun sebelumnya, kepala sekolah sebelum saya, kebijakan itu belum terlalu berjalan. Baru kali ini disaat saya dipercaya, kebijakan itu sudah mulai berjalan. Pada pukul 07.10 WITA itu sudah dimulai pembelajaran. Artinya, murid harus datang sebelum pukul 07.10 WITA. Hal ini juga kan berkesinambungan dengan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ini juga sekaligus mendukung program dari Kementerian Pendidikan,” jelasnya.

Kemudian selanjutnya, dalam hal pengembangan karakter tentang religius. “Jadi sekolah negeri itu harus lebih sepadan dengan sekolah-sekolah swasta Islam. Yang saya lihat, orang tua saat ini lebih mengarahkan anaknya untuk bersekolah di sekolah Islam walaupun sekolah swasta. Kami menginginkan sekolah negeri yang mayoritas Islam melakukan pembiasaan-pembiasaan tentang karakter-karakter Islam. Contohnya, dari kelas I hingga kelas VI, anak-anak harus dibiasakan memulai kegiatan dengan tadarus, menghafal surat-surat pendek, pembiasan salat Dhuha dan melakukan sedekah,” ungkapnya.

Lanjut ia menambahkan, menurutnya, pembentukan karakter siswa terkait sopan santun, berperilaku, dan tutur kata yang saya lihat sebelumnya, kami tuangkan di Standar Operasional Sekolah (SOP). “Jadi guru harus memberikan contoh termasuk kedisiplinan tepat waktu. Alhamdulilah, semua guru kami datang pukul 07.00 WITA, bahkan tadi ada yang datang pukul 06.30 WITA. Dan hal ini juga dukung dengan mengadakan yang namanya finger print. Karena dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) terlambat, maka finger print saya bawa sendiri dari rumah dengan modal sendiri. Jadi ini mungkin harus tertuang di Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), mungkin finger print ini dialokasikan pada tahun depan,” ucapnya.

Kemudian dari segi lingkungan, Andi Muhammad Amir membeberkan lingkungan ini merupakan salah satu program dari Pak Wali bersama Ibu Wawali. “Jadi ini terkait dengan bagaimana cara pemilahan sampah pada tempatnya. Ini juga dimulai dari guru, bagaimana dia bisa memberikan contoh kepada murid dalam pemilihan sampah, serta menyiapkan sarana yang ada di sekolah,” imbuhnya.

“Sampai saat ini kami membuat tempat sampah itu dari barang-barang bekas, seperti galon dan ember. Itu semua dibuat oleh siswa. Kenapa, kalau dibuat oleh siswa dari sejak awal, dia dapat mengetahui karena dia yang mengecet, dan menata tempat sampah tersebut. Makanya dia tau, oh ini tempat sampah organik, non-organik, dan residu atau sampah B3,” sambungnya.

Selain itu, terkait lingkungan adalah bagaimana ini ada sedikit tanah dibelakang sekolah, itu nanti perencanaannya saya akan membuat kebun sekolah. “Walaupun ada Green House, tapi saya melihat Green House-nya memprihatinkan. Itu akan saya menata kembali, dan ini perlu keterlibatan semua pihak sekolah,” katanya.

Selanjutnya, Andi Muhammad Amir menegaskan bahwa sekolah SDN Rappokalling 67/1 harus mempunyai inovasi sekolah. “Jadi sekarang kami sudah menyusun inovasi sekolah apa yang kami akan sodorkan dan bisa bersaing di lomba inovasi sekolah yang diadakan pemerintah,” jelasnya.

Sedangkan program lainnya, yaitu penindakan kekerasan pada anak, ia membeberkan salah satu yang harus dilakukan oleh sekolah adalah membentuk namanya Surat Keputusan (SK) dan membentuk pengurus tindak kekerasan perundungan pada anak atau anti bulying, dan anti narkoba.

“Program ini harus berjalan, dan memang guru akan bekerja ekstra keras. Bahkan saat saya masuk, para guru agak kaget, karena kebiasaan mereka tidak seperti itu yang mereka lakukan. Jadi ketika saya masuk, saya menawarkan beberapa program yang harus dilakukan bersama. Dan alhamdulillah, para guru juga mempunyai antusias yang baik, punya keinginan yang kuat, sehingga saya merasa bangga dengan teman-teman guru bisa bersinergi,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan keamanan sekolah, awalnya akses orang tua siswa untuk keluar masuk itu sangat longgar. “Saya merasa tingkat keamanan siswa, dan tingkat kenyamanan siswa tidak bagus, sehingga saya berikan SOP bagaimana orang tua dalam hal penjemputan anak di sekolah,” bebernya.

Tak hanya itu, kami juga pihak sekolah senantiasa membuka diri untuk bersinergi dengan pihak-pihak luar dalam mengingatkan sarana dan prasarana. “Jadi saat ini kami sementara melakukan pengajuan proposal ke Pertamina. Dan saya masih menunggu foll-up dari Pertamina, serta beberapa perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Tallo,” ujarnya.

Diakhir keterangannya, ia lebih menekankan kepada pengembangan dan peningkatan apa yang kurang dari sekolah ini, yaitu yang pertama karakter peserta didik, serta guru lebih dapat meningkatkan kapasitasnya dan profesionalismenya sebagai guru yang notabenya sudah mendapatkan sertifikasi atau tunjangan profesional. “Jadi mereka harus dituntut lebih profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik.

“Tentunya saya berharap kepada masyarakat atau orang tua murid dapat bersinergi, karena minggu depan saya sudah membuat komite sekolah. Jadi keterlibatan komite sekolah ini akan sangat membantu sekolah terkait kelancaran program-program sekolah ke depannya dari segi bangunan financial, dalam hal ini komite sekolah bisa mencari bantuan dari luar. Jadi fungsi komite ini bisa dari segi financial, yaitu membantu untuk mencari dana dari luar sekolah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *