Cover

style=

IOM Gandeng SMPN 3 Makassar Tingkatkan Kesadaran Siswa Cegah Perundungan

Makassar, Mapress.co.id – International Organization for Migration (IOM) bekerja sama dengan SMP Negeri 3 Makassar menggelar kegiatan peningkatan kesadaran siswa dalam mencegah perundungan serta menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, Rabu (03/12/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Makassar ini mengusung tema “Peran Teman Sebaya dalam Mencegah Perundungan dan Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Inklusif”, sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan yang aman dan ramah bagi seluruh siswa, termasuk anak-anak pengungsi.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Makassar, Drs. Kaswadi, M.Pd, menyambut baik sinergi yang terjalin antara pihak sekolah dan IOM.

Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk membangun karakter siswa sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial sejak dini.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan IOM yang selama ini telah berkontribusi dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak pengungsi. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya saling menghargai dan menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah,” ujar Kaswadi.

Sementara itu, Kepala Kantor IOM Makassar, Amel Ahmed Mohammed Sahal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen IOM dalam mendukung pendidikan inklusif dan perlindungan anak, khususnya bagi kelompok rentan.

“IOM sebagai bagian dari sistem Perserikatan Bangsa-bangsa terus mendorong kerja sama dengan pemerintah dan institusi pendidikan. Melalui program ini, kami berharap siswa memiliki kesadaran kolektif untuk menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan,” jelas Amel.

Ia menambahkan, peran teman sebaya dinilai sangat strategis dalam mencegah praktik perundungan di sekolah, karena siswa memiliki kedekatan emosional yang kuat satu sama lain.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMP Negeri 3 Makassar dan dikemas dalam bentuk sosialisasi serta diskusi interaktif. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan menghargai keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *