Makassar, Mapress.co.id – UPT SPF SDN Sudirman 1 mendapat kunjungan dari pengawas sekolah dalam rangka kegiatan supervisi sekolah, dan pemaparan KSP yang dilaksanakan di Menara Bosowa Lantai 7, Kota Makassar, Kamis (27/08/2026).
Pada waktu Senin 24 Agustus 2026, Kepala SDN Sudirman 1, Bendahara, Tim SPMI, Tim KSP telah merumuskan secara bersama-sama, sebelum dipaparkan oleh pada hari Kamis 27 Agustus 2026.
Supervisi terpadu dan pemaparan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di SDN Sudirman 1 merupakan dua agenda krusial untuk memastikan penjaminan mutu dan kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka.
Secara umum, rangkaian kegiatan ini mengintegrasikan penilaian administratif, observasi kelas, dan penyelarasan kurikulum operasional agar sesuai dengan karakteristik peserta didik dan potensi daerah.
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau, membimbing, serta mengevaluasi pelaksanaan administrasi, dan proses pembelajaran di sekolah agar berjalan sesuai dengan standar pendidikan yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan supervisi tersebut, pengawas sekolah melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, seperti administrasi guru, perangkat pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, serta lingkungan sekolah.
Nampak, para guru SDN Sudirman 1 dengan penuh tanggung jawab menyiapkan seluruh administrasi yang diperlukan dan menyambut kegiatan ini dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Kepala Sekolah SDN Sudirman 1, Asriani Geno, S.Pd, menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan arahan dari pengawas sekolah.
“Jadi melalui kegiatan supervisi ini, diharapkan SDN Sudirman 1 dapat terus berbenah dan berkembang menjadi sekolah yang lebih berkualitas, berkarakter, dan berprestasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkaya pengetahuan teknis penyusunan KSP, tetapi juga membangun cara pandang baru tentang supervisi yang bersifat membimbing, bukan menghakimi.
“Supervisi seharusnya menjadi ruang dialog dan pendampingan. Kepala sekolah berperan membantu guru tumbuh bersama, bukan sekadar menilai. Dengan begitu, proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan relevan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kurikulum yang baik tidak bisa disusun secara seragam, melainkan harus menyesuaikan karakteristik satuan pendidikan dan potensi lingkungan.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap kepala sekolah mampu memfasilitasi pembelajaran yang kontekstual dan berpihak pada anak,” harapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya refleksi di kalangan pendidik, sehingga setiap langkah pembelajaran benar-benar berorientasi pada kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Kota Makassar, khususnya di SDN Sudirman 1.
Diakhir kegiatan, pihak SDN Sudirman 1 memberikan cendramata kepada pengawas yang mau memasuki masa purnabakti pada tanggal 31 September 2026.












