Makassar, Mapress.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Insani Makassar dibawah Yayasan Pendidikan Andi Paotonggi kini menjadi sorotan oleh warga yang ada di Kecamatan Manggala.
Sebab, sejumlah warga dan tokoh masyarakat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK Bina Insani Makassar.
Dari hasil sidaknya dilokasi, salah satu warga Husni Mubarak mengatakan kalau SMK Bina Insani Makassar diduga sekolah bodong, karena diduga sekolah tersebut sudah lama tidak beroperasi. Namun pihak Yayasan disebut masih menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Ketika kami datang, tidak ada aktivitas belajar mengajar sama sekali. Ruang kelas terlihat tidak terurus dan berdebu,” ujarnya.
Menurut Husni Mubarak kepada Portal Celebes.com, menyampaikan bahwa kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Sekolah yang membuka jurusan teknik jaringan dan otomotif itu juga dinilai tidak memiliki fasilitas praktik yang memadai bagi siswa.
Warga pun mempertanyakan kelayakan operasional sekolah tersebut. Bahkan, muncul dugaan adanya manipulasi data peserta didik untuk memperoleh dana BOS.
Selain persoalan operasional sekolah, warga juga menyoroti penahanan ijazah sejumlah alumni oleh pihak yayasan.
Beberapa mantan siswa mengaku belum menerima ijazah meski telah lulus sejak beberapa tahun lalu.
Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Andi Paotonggi, Andi Paotonggi, membenarkan adanya penahanan ijazah siswa. Ia berdalih langkah tersebut dilakukan karena masih adanya tunggakan pembayaran dari pihak siswa. “Kami terpaksa menahan ijazah karena ada pembayaran yang belum dilunasi,” katanya.
Namun, sejumlah alumni membantah alasan tersebut. Mereka mengaku telah melakukan pembayaran, tetapi ijazah mereka hingga kini belum juga diserahkan pihak sekolah.
Andi Paotonggi juga mengakui sekolahnya masih menerima dana BOS untuk operasional. Ia menyebut sejak tahun 2018, sekolah tersebut telah memiliki sekitar 100 alumni.
“Untuk tahun 2025 hanya ada 16 siswa, sedangkan tahun 2026 ini tersisa dua siswa,” ungkapnya.
Warga berharap Dinas Pendidikan segera turun tangan untuk mengecek legalitas dan operasional sekolah tersebut, termasuk menelusuri dugaan penyalahgunaan dana BOS, serta menyelesaikan persoalan ijazah para alumni.
Terkait permasalahan ini, Mapress.co.id mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H. Iqbal Nadjamuddin. Beliau menyampaikan, sudah dilakukan peninjauan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1.
“Kami meminta pihak sekolah agar selesaikan ijazah yang masih tertahan untuk diserahkan ke siswa,” jelas H. Iqbal Nadjamuddin, Selasa (19/05/2026).
Selaku Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, ia berencana akan melakukan rapat terkait persoalan ini.
“Kita lihat, apakah sekolah tersebut akan dihentikan sementara izin operasionalnya sesuai aturan atau tidak,” pungkasnya.



















