Cover

style=

SDN Parangtambung I Hadiri Seminar dan Sosialisasi IKM Mulok Bahasa Daerah

Makassar, Mapress.co.id – Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar bersama Penerbit Yudhistira serta
Dinas Pendidikan Kota Makassar, menggelar Seminar dan Sosialiasi Kurikulum Merdeka Mulok Bahasa Daerah, di Ballroom Teater Lantai 2, Universitas Negeri Makassar, Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar, Selasa (18/02/2025).

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh beberapa narasumber sekaligus penulis dan Kepala UPT SPF SD Negeri dan Kepala Sekolah SD swasta se-kota Makassar.

Kegiatan ini bertujuan guna menetapkan Bahasa Makassar sebagai Muatan Lokal wajib dalam kurikulum pendidikan di seluruh sekolah, khususnya di Kota Makassar.

Dalam wawancara, Prof. Dr. Hj. Kembong Daeng, M.Hum mengatakan kegiatan ini merupakan sosialisasi dan implementasi kurikulum merdeka Bahasa Daerah khususnya Bahasa Makassar dengan kurikulum 2013.

Dimana sebelumnya, di Makassar ini sudah ada perwali. Dimana Pemerintah Kota Makassar resmi menetapkan Bahasa Makassar sebagai muatan lokal wajib dalam kurikulum pendidikan di seluruh sekolah di wilayah tersebut.

Keputusan yang ditandatangani Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto ini bertujuan melestarikan bahasa daerah yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Makassar.

Keputusan bernomor 3292/188.4.45/Tahun 2024 ini tertuang dalam Surat Keputusan yang telah diterbitkan Pemerintah Kota Makassar. Dengan kebijakan ini, seluruh jenjang pendidikan di Kota Makassar diwajibkan mengajarkan Bahasa Makassar sebagai bagian dari muatan lokal dalam kurikulum mereka.

“Tentunya saya sebagai penulis sangat bangga, karena sudah bertahun-tahun saya sebagai penulis akan tetapi baru kali ini mendapat kesempatan dan Yudhistira menggelar kegiatan seperti ini dan mengundang Kepala UPT SPF SD Negeri dan Kepala Sekolah SD swasta se-kota Makassar sebagai peserta dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Hj. Kembong Daeng menyampaikan tentu kedepannya kami akan mempersiapkan buku pelajaran kurikulum Bahasa Daerah. Dan kemudian kami akan mengadakan pelatihan kepada guru SD se-kota Makassar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang Yudhistira Kota Makassar, Mas Duki sekaligus dari pelaksana kegiatan seminar dan sosialiasi kurikulum merdeka mulok bahasa daerah memaparkan, inti poin dari kegiatan ini adalah penulis, yakni Prof. Dr. Hj. Kembong Daeng, M.Hum, yang berhubungan langsung dan audiens bersama para guru serta Kepala UPT SPF SD Negeri dan Kepala Sekolah SD swasta se-kota Makassar.

Namun, kami dari PT Yudhistira Gali Indonesia mengambil peran sebagai penerbit yang mengakomodir penulis untuk mencetak buku pelajaran bahasa daerah guna melestarikan Kota Makassar.

“Untuk penerbitan buku bahasa daerah ini, kami akan menerbitkan secara bertahap. Tahap pertama kelas 1 dan 4, kelas 2 dan 5, berlanjut kelas 3 dan,” jelasnya.

“Tentunya kami berkomitmen dengan penulis, buku ini akan selesai pada saat tahun ajaran baru, sehingga kami bisa mengakomodir kebutuhan sekolah SD se-Kota Makassar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *