Makassar, Mapress.co.id – Semangat kreativitas dan kecintaan terhadap budaya bangsa mewarnai kegiatan Gelar Karya Kokurikuler Tahun 2026, yang digelar UPT SPF SMPN 18 Makassar, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kadisdik Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP, M.Si, beserta jajaran Dinas Pendidikan, Kepala SMPN 18 Makassar, Sofyan Haeruddin, S.Pd, M.Pd, para guru, peserta didik, serta tamu undangan lainnya.
Pada kegiatan Gelar Karya tahun ini, mengusung tema “Lontara” (Jejak Masa Lalu, Cahaya Masa Depan).
Dalam sambutannya, Kadisdik Kota Makassar, Achi Soleman, menyampaikan kegiatan pada hari ini bertujuan lebih kepada pengembangan bakat siswa dan kreativitas.
“Tentunya kami menyambut baik, karena ini dikaitkan dengan kegiatan kokurikuler. Ada market day dan juga pentas seni. Artinya apa, kalau pentas seni kan kita bisa lihat pengembangan bakat minat anak. Sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan market day, pasti ada literasi dan numerasi didalamnya,” ujar Achi Soleman.
“Karena makna dari pembelajaran mendalam itu adalah bagaimana aplikasinya di lapangan. Nah, dengan market day ini, mereka sebenarnya secara tidak langsung belajar terkait dengan berhitung dan membagi. Intinya adalah persoalan matematika dan analisa,” sambungnya.
Lanjut Achi Soleman menyampaikan, yang diminta disini adalah anak-anak lebih berpikir kritis, karena apa yang mereka lakukan itu ternyata lebih kepada pengembangan bakat minatnya mereka sendiri. Sehingga ini adalah ajang aktualisasi diri mereka, agar anak-anak lebih percaya diri.
“Jangan dilihat hanya kegiatan pentas seni, melainkan banyak makna yang bisa kita lihat dengan kegiatan ini. Contoh yang pertama, yaitu kreativitas, kedua kemandirian, dan ketiga kepercayaan diri anak. Tidak semua anak itu bisa percaya diri. Dengan mereka tampil seperti ini, mereka pastinya punya kepercayaan diri yang lebih. Dan ini sebenarnya pelajaran inti yang baik untuk anak-anak kita untuk kembangkan disaat ini,” ungkap mantan Kadis PPPA Kota Makassar ini.
Sementara saat dimintai tanggapannya terkait pernyataan Wali Kota Makassar yang melarang meminta pungutan perpisahan sekolah, Achi Soleman menyambut baik, karena keberpihakan kepada orang tua siswa, dan kita mesti lihat bahwa kita ini juga lagi dimasa-masa yang tidak baik-baik saja dari segi ekonomi global.
“Jadi dengan adanya globalisasi dan isu-isu yang terkait dengan ekonomi, ini sebenarnya sangat membantu orang tua siswa, untuk tidak menambah beban-beban baru terkait dengan penamatan siswa,” tuturnya.
“Kita tidak melarang mereka melakukan penamatan di lingkungan sekolah, karena kita mau yang lebih sederhana, bermakna, dan edukatif. Artinya apa, ada edukasi didalam penamatan siswa, bukan hanya acara seremonial belaka yang mesti dilaksanakan di tempat-tempat komersil. Jadi itu makna dari pembatasan terkait dengan penamatan siswa,” tutupnya.
Sedangkan ditempat yang sama, Kepala SMPN 18 Makassar, Sofyan Haeruddin mengatakan kegiatan pada hari ini merupakan kegiatan Gelar Karya yang merupakan salah satu wadah. Di mana anak-anak yang selama kurang lebih 6 bulan belajar atau satu semester, memperlihatkan sekaligus mempraktekkan karya-karya selama kegiatan pembelajaran berlangsung di tahun ini.
Adapun mata pelajaran yang terlibat yaitu, seni budaya, prakarya, dan muatan lokal. Lalu kemudian di pembelajaran deep learning ini ada kokurikuler.
“Jadi dia menjadi satu, sehingga memang SMPN 18 Makassar setiap tahunnya melaksanakan kegiatan Gelar Karya,” jelasnya.
Tak lupa, Kepsek SMPN 18 Makassar, Sofyan Haeruddin menyampaikan ucapan terima kasih banyak atas kehadiran Ibu Kadis Achi Soleman di SMPN 18 Makassar pada hari ini.
“Kehadiran ibu kadis sangat luar biasa, karena dapat memberikan spirit baru, dan memberikan semangat kepada para guru dan anak-anak kita di sekolah,” ungkapnya.
Bahkan dalam kegiatan ini, Ibu Kadis Achi Soleman sempat melelang satu karya anak-anak kita dengan karya tulisan aksara lontara.
“Jadi hasil lelangnya itu, Ibu Kadis langsung memberikan Rp500.000 ke murid yang bersangkutan,” bebernya.
Selain itu, selaku Kepala SMPN 18 Makassar, Sofyan Haeruddin sangat mendukung kebijakan yang telah diambil Wali Kota Makassar terkait larangan memungut biaya perpisahan yang dilakukan pihak sekolah.
Menurutnya, ini harusnya menjadi perhatian bagi saya pribadi dan secara kedinasan, tentunya kita harus mengikuti apa yang disampaikan oleh Wali Kota Makassar.
“Karena ini memang asas manfaatnya sangat dirasakan oleh orang tua siswa. Di setiap sekolah manapun, kemampuan ekonomi orang tua siswa itu sangat berbeda, sehingga kami sangat mendukung program Pak Wali untuk tidak melakukan pungutan yang membebani orang tua siswa,” pungkasnya.


















