Cover

style=
Berita  

Rakor Persiapan HUT Kota Makassar ke-418, Wali Kota Munafri Tekankan Kesederhanaan dan Nilai Sosial

Makassar, Mapress.co.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar harus menonjolkan nilai kebersamaan, edukatif, dan sosial, bukan kemewahan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pemantapan HUT ke-418 yang digelar di Ruang Rapat Sipakatau, Lantai 2 Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (21/10/2025).

Rapat yang berlangsung sejak pukul 16.00 WITA itu dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, panitia pelaksana, serta perwakilan instansi terkait.

Tujuannya untuk memastikan kesiapan seluruh aspek kegiatan agar berjalan lancar, tertib, dan meriah tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam arahannya, Wali Kota Munafri meminta agar kegiatan tidak dilakukan secara seragam dan dipaksakan, kecuali untuk acara resmi seperti upacara.

Ia juga mengingatkan agar penampilan seni dan hiburan tetap sopan dan sesuai nilai budaya Makassar.

“Saya tidak mau melihat ada penari yang LGBT, dan tidak ada anak-anak kecil, eksplorasi, band, berdandan, pakai baju yang seronok. Tolong jangan ada begitu,” tegas Munafri.

Ia menambahkan, keterlibatan anak-anak panti asuhan, pelajar, dan tokoh lintas agama menjadi bagian penting dalam mewujudkan suasana kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Anak-anak panti asuhan harus terlibat, anak-anak sekolah terlibat, tokoh-tokoh lintas agama juga terlibat, sehingga kegiatan ini menjadi atmosfer charity dan donasi, bukan glamor dan hura-hura,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan agar pihak sekolah yang terlibat dalam kegiatan HUT tidak membebankan biaya kepada orang tua siswa. Menurutnya, kegiatan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah.

“Jangan ada orang tua yang merasa terbebani kalau ada anaknya terlibat. Ini tanggung jawab sekolah full. Tidak ada urusannya orang tua di sini,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-418 Kota Makassar akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lembaga pendidikan, serta komunitas sosial.

Pemerintah berharap perayaan kali ini menjadi momentum memperkuat solidaritas warga dan rasa bangga terhadap Kota Makassar sebagai “Kota Dunia yang Inovatif dan Inklusif”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *