Cover

style=

Enam Guru SDN Balang Boddong Ikuti Praktek Pembelajaran Mendalam K3S – KKG Tamalate

Makassar, Mapress.co.id – UPT SPF SD Negeri Balang Boddong mengirimkan enam guru untuk ikut serta dalam kegiatan “Praktik Kolaborasi Pembelajaran Mendalam” yang digelar oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) se-Kecamatan Tamalate pada 1, 3, dan 4 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Erlangga dan Hotel Prima Makassar dengan dihadiri ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala SDN Balang Boddong, Junaedah, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa jumlah guru yang diikutkan menyesuaikan dengan jumlah rombongan belajar (rombel) di sekolah.

“Semua guru kelas kami ikut, karena memang rombelnya hanya enam. Jadi enam guru yang saya tugaskan untuk mengikuti kegiatan ini,” jelas Junaedah, yang juga merupakan Ketua K3S Kecamatan Tamalate ini, Sabtu (04/10/2025).

Ia berharap keterlibatan penuh guru-gurunya dapat berdampak nyata pada pembelajaran di sekolah.

“Harapan saya, sekolah menyetujui kegiatan ini agar guru-guru saya, khususnya di SD Negeri Balang Boddong, agar bisa memahami, menerapkan, dan mengaplikasikan pembelajaran mendalam di kelas masing-masing. Tentu juga semua guru di Kecamatan Tamalate bisa melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri Dr. Thamrin Paelori, M.Pd., Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kota Makassar. .

Ia menekankan bahwa guru saat ini tidak cukup hanya memahami konsep, melainkan harus mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara kreatif dan bermakna.

“Intinya sekarang bukan lagi menjelaskan konsep deep learning, melainkan bagaimana implementasinya. Guru harus mulai memberi pengalaman belajar mendalam yang bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik,” ujar Dr. Thamrin.

Tak lupa, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. “Sekreatif apa pun guru, kalau tidak menggunakan teknologi, pasti akan lambat. Bahkan sekarang banyak guru sudah memanfaatkan ChatGPT dan AI untuk desain pembelajaran. Guru tidak boleh gaptek,” tegasnya.

Kegiatan ini dibagi ke dalam tiga fase dengan total peserta mencapai 420 guru. Fase pertama dilaksanakan di Erlangga, sedangkan fase B dan C berlangsung di Hotel Prima Makassar.

Melalui kegiatan ini, guru-guru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi sekaligus membawa dampak positif dalam peningkatan mutu pembelajaran di Kecamatan Tamalate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *