Makassar, Mapress.co.id – Aksi barbar pembakaran dan perusakan kantor DPRD Sulsel dan DPRD Kota Makassar akhirnya berhasil diciduk. Sebanyak 29 pelaku diamankan Polda Sulsel. Namun publik masih bertanya, siapa sebenarnya otak di balik kekacauan ini?
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengungkapkan rincian penangkapan tersebut. 14 pelaku menghancurkan Kantor DPRD Sulsel dan 15 pelaku lainnya merusak Kantor DPRD Kota Makassar. Mirisnya, di antara mereka ada anak-anak yang ditarik masuk ke lingkaran aksi kotor ini.
“Di DPRD Sulsel ada satu pelaku masih di bawah umur. Sedangkan di DPRD Kota Makassar, dari 15 pelaku, 10 orang dewasa dan lima anak-anak,” kata Didik Supranoto, saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Kamis (04/09/2025).
Didik memastikan pasal yang dikenakan berbeda-beda, sesuai dengan peran masing-masing pelaku. “Ada yang membakar, ada yang merusak, ada pula yang menghasut lewat media sosial. Semua kami jerat sesuai undang-undang,” tegasnya.
Namun persoalan tidak selesai di situ. Publik menunggu ketegasan Polda Sulsel untuk mengungkap siapa dalang yang menggerakkan massa, memprovokasi anak-anak, hingga melahirkan kekacauan di jantung demokrasi Sulsel.
Aksi ini jelas bukan spontanitas, melainkan terorganisir. Pertanyaannya, siapa yang bermain di balik layar. Siapa yang berani menjadikan anak-anak tameng dalam aksi kotor.
Polda Sulsel ditekan untuk tidak hanya berhenti di level eksekutor jalanan, tetapi mengejar otak intelektual yang merusak tatanan hukum dan demokrasi.


















