Makassar, Mapress.co.id – Setelah enam bulan mengalami kesulitan akses air bersih, warga Jalan Tengku Umar 15, RT 02/RW 05, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, akhirnya bisa kembali menikmati air yang lancar.
Hal ini berkat kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar bersama KBM 08 Buloa dalam menghadirkan solusi nyata untuk kebutuhan dasar masyarakat.
Rasa gembira warga Buloa semakin bertambah ketika Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM. Ashar Tamanggong (ATM) meresmikan kembali program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Rabu (27/08/2025).
Dalam sambutannya, Ashar Tamanggong menyampaikan filosofi mendalam tentang kaitan air dan zakat. Ia mengibaratkan sumur yang tidak dikuras akan berbau, sebagaimana harta yang tidak dizakati akan kehilangan keberkahannya.
“Dengan zakat, infak, dan sedekah, kita membersihkan harta kita. Seperti air yang dikuras, harta yang dikeluarkan zakatnya akan tumbuh dalam keberkahan dan memurnikan jiwa pemiliknya,” ungkap ATM yang juga dikenal sebagai dai kondang dan akademisi UMI Makassar.
Turut hadir dalam acara tersebut Lurah Buloa, Moh. Dwi Aditya Mukhtar, perwakilan KBM 08 Buloa Hamka Darwis, sejumlah ketua RT/RW, serta warga setempat.
Dari BAZNAS Kota Makassar, hadir Kabag II Nabil Salim bersama staf pelaksana Asrijal Syahruddin dan Syarifuddin Pattisahusiwa.
Acara ini juga melibatkan mahasiswa KKP Universitas Muhammadiyah Makassar, Sri Sulaeni Arif Putri dan Andi Ainun Mardiah AS.
Warga menyambut baik bantuan tersebut. H. Ziko (70), salah seorang warga RW 5, mengaku sangat bersyukur.
“Kami berterima kasih kepada BAZNAS Makassar, karena setelah enam bulan macet, kini air sudah kembali mengalir ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat Buloa menghadapi kendala serius terkait fasilitas air bersih dan sanitasi. Kondisi ini menimbulkan dampak kesehatan, termasuk penyakit diare dan kulit, serta menambah beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Permohonan bantuan kemudian diajukan oleh Lurah Buloa bersama Ketua KBM 08 Buloa, Erni, kepada BAZNAS Makassar.
Hasilnya, BAZNAS membantu penyediaan pompa submersible 4 inci untuk menggantikan pompa lama yang rusak, beserta pemasangan dan perubahan daya listrik.
Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp12,7 juta, seluruhnya bersumber dari dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah).
Kabag II BAZNAS Makassar, Nabil Salim, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pendekatan berbasis ummat.
“Fokus kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga melibatkan masyarakat serta memberi edukasi akan pentingnya air bersih dalam menjaga kesehatan,” jelasnya.
Dengan peresmian ini, BAZNAS Makassar kembali menegaskan komitmennya menghadirkan solusi langsung bagi kebutuhan masyarakat. Program kolaborasi dengan KBM08 Buloa menjadi bukti bahwa dana zakat yang dikelola dengan baik mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi ummat.(*)


















