Cover

style=

Hadirkan Inovasi “Juara 23”, Kepsek Asrah: Wadah Aspirasi Siswa Berbasis Aplikasi NGL

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT SPF SMPN 23 Makassar, Asrah, S.Pd.

Makassar, Mapress.co.id – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang transparan dan berpihak pada siswa, UPT SPF SMP Negeri 23 Makassar menghadirkan sebuah inovasi bertajuk “Juara 23”, singkatan dari “Jadikan Ungkapan Aduan Rasa”.

Inovasi ini merupakan sistem pengelolaan aspirasi dan keluhan siswa dengan memanfaatkan aplikasi NGL (Ngelink).

Dalam keterangannya, Plt Kepala SMPN 23 Makassar, Asrah, S.Pd, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap beberapa siswa yang mengalami tekanan dan masalah pemulihan, serta meningkatnya data keluhan terkait hasil belajar siswa.

“Kami mencari terobosan agar siswa bisa bebas menyampaikan apa yang dirasakan, termasuk jika ada masalah dengan teman atau guru, tanpa harus menuliskan identitas. Semuanya di fasilitasi lewat aplikasi NGL yang sebelumnya biasa digunakan untuk refleksi pembelajaran, kini kami perluas skalanya,” ungkap Asrah kepada Media Mapress.co.id, Kamis (24/07/2025).

Lanjut Asrah menjelaskan, melalui “Juara 23”, siswa SMPN 23 Makassar diberi ruang untuk menyampaikan pendapat secara anonim yang kemudian ditindaklanjuti oleh guru Bimbingan Konseling (BK).

Proses ini membantu mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan serta motivasi belajar siswa.

Inovasi ini telah diapresiasi oleh Pemerintah Kota Makassar. SMPN 23 Makassar termasuk dalam daftar sekolah yang diundang mengikuti ajang Innovation Government Award (IGA) tingkat kota.

Di sana, tim dari sekolah mempresentasikan sistem “Juara 23” di hadapan tim pembina inovasi Pemkot Makassar.

“Kami membentuk tim yang terdiri dari saya, Ibu Haji Hijriyah, Wakil Kurikulum, dan Pak Ardi untuk mempresentasikan inovasi ini di Balai Kota. Alhamdulillah, kami mendapat bimbingan langsung tentang penyusunan laporan dan indikator penilaian inovasi,” jelas Asrah.

Diakhir keterangannya, Asrah berharap kehadiran inovasi ini dapat menciptakan iklim sekolah yang lebih aman, sehat, dan inklusif.

“Dengan NGL, siswa bebas menyampaikan unek-uneknya tanpa intimidasi. Harapan kami, tidak ada lagi siswa yang merasa dibully atau takut berbicara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *