Makassar, Mapress.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, UPT SPF SD Inpres Rappokalling II, menggelar berbagai kegiatan seru dan edukatif yang sarat akan nilai budaya.
Bertempat di lingkungan sekolah, para siswa antusias mengikuti beragam permainan tradisional yang dikenang sebagai warisan masa kecil generasi terdahulu.
Dalam keterangannya, Pak Ashari menjelaskan dimana kegiatan ini di awali dengan senam pagi bersama, lalu dilanjutkan dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilaksanakan serentak di Kompleks Rappokalling melalui live streaming bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Setelah itu, suasana sekolah semakin meriah dengan pelaksanaan berbagai permainan tradisional, di antaranya permainan Engklang. Permainan lompat kotak yang digambar di lantai dan dimainkan secara bergantian.
Kemudian Kucing-Tikus. permainan kejar-kejaran yang melatih refleks dan kerja sama. Lalu dilanjutkan Boy-Boy. Permainan melempar bola untuk menjatuhkan susunan batu, kemudian berusaha menyusunnya kembali sambil menghindari lemparan bola dari lawan.
Selanjutnya, Gerobak Sodor (Asing-Asing). Permainan berkelompok yang penuh strategi dan kegembiraan. Lalu Tangkap Teman dan Te’te’. Permainan lokal yang menekankan kebersamaan dan irama lagu tradisional.
Lanjut Ashari menjelaskan bahwa, beberapa permainan juga dilakukan di dalam kelas, seperti permainan mengambil batu sambil menghindari bola lemparan, yang menambah keseruan suasana.
“Rata-rata permainan yang dimainkan merupakan permainan zaman dulu yang kini mulai dikenalkan kembali untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta melestarikan budaya lokal,” ujar Ashari, Kamis (24/07/2025).
Diakhir keterangannya, Ia juga berharap dengan kegiatan ini siswa-siswi SD Inpres Rappokalling II dapat menghidupkan kembali permainan tradisional serta membentuk karakter yang baik.
“Melalui kegiatan ini, SD Inpres Rappokalling II tidak hanya merayakan Hari Anak Nasional dengan meriah, tetapi juga menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa,” pungkasnya.



















