Makassar, Mapress.co.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025 di UPT SPF SMP Negeri 23 Makassar dihari ketiga terus berjalan lancar. Walaupun dihari pertama pada tanggal 30 Juni mengalami kendala teknis dikarenakan server down.
Dari pantauan Media Mapress.co.id
di lokasi, nampak terlihat petugas SMP Negeri 23 Makassar melayani orang tua calon peserta didik baru melalui help desk dalam rangkaian SPMB 2025, Rabu (02/07/2025).
“Layanan ini dibuka untuk memfasilitasi masyarakat yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran online,” ujar Panitia SPMB.
Dalam keterangannya Kepala SMPN 23 Makassar, Asrah, S.Pd, pendaftaran ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2025.
“Karena di hari pertama ada kendala teknis, maka masa pendaftaran jalur domisili diundur satu hari. Pengumuman hasil seleksi domisili akan dilakukan pada tanggal 5 Juli,” jelasnya.
Lanjut Asrah menyampaikan, untuk jalur prestasi akan dibuka mulai 7 hingga 10 Juli. Adapun total rombongan belajar (rombel) yang dibuka di SMPN 23 sebanyak 7 rombel dengan kapasitas 32 siswa per rombel, sehingga total daya tampung mencapai 224 siswa. Namun, karena terdapat 5 siswa tinggal kelas, kuota penerimaan tahun ini menjadi 219 siswa.
Sesuai petunjuk teknis terbaru, persentase penerimaan siswa dibagi menjadi 50% untuk jalur domisili, 25% jalur prestasi, dan sisanya untuk jalur afirmasi dan perpindahan orang tua.
Asrah juga mengakui beberapa kendala dalam proses pendaftaran, seperti gangguan jaringan dan orang tua yang kurang paham teknologi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah membuka layanan pendaftaran online gratis serta menyiapkan help desk bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Rata-rata keluhan yang diterima dari masyarakat terkait perbedaan data dokumen, seperti ketidaksesuaian ukuran peta rumah atau perbedaan dengan data kakak kandung siswa. Namun, semua keluhan tersebut telah diselesaikan secara sistematis di sekolah.
“Dengan berbagai upaya tersebut, SMPN 23 Makassar berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik selama proses penerimaan murid baru berlangsung,” ungkapnya.
Diakhir keterangannya, Asrah berharap
masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau kendala secara langsung melalui help desk agar bisa segera ditindaklanjuti dan tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kami ingin semua proses berjalan lancar dan transparan. Jika ada hal yang kurang jelas, kami siap membantu,” pungkasnya.(*)



















