Cover

style=

Manfaatkan Lahan Kosong dan Limbah, Siswa SMAN 2 Pinrang Tanam Sayuran

Pinrang, Mapress.co.id – Seluruh siswa kelas X dan XI SMAN 2 Pinrang secara aktif terlibat dalam kegiatan menanam sayuran selama dua pekan dipertengahan Bulan Mei 2025.

Dengan semangat yang membara, mereka mengolah lahan kosong di sekolah menjadi kebun sayur yang asri. Berbagai jenis sayuran seperti cabai, sawi, kangkung, tomat, kacang panjang serta berbagai jenis sayuran pun tumbuh subur di bawah perawatan mereka.

Menurut Wakasek Lingkungan Hidup SMAN 2 Pinrang, Andi Bungawali, S.Pd.I, mengatakan bahwa kegiatan yang masih rangkaian P5 kehidupan berkelanjutan lebih dari sekadar bertani.

“Kegiatan ini bukan hanya sekedar menanam sayur. Di balik setiap cangkul dan benih yang ditanam, terdapat nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan pada siswa,” jelasnya.

“Mereka belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, mengadopsi pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran organik, serta mengembangkan jiwa kewirausahaan,” sambungnya.

Sementara itu, Aznhyl Jimmy, S.Pd, selaku Koordinator P5 menjelaskan bahwa manfaat kegiatan ini mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa memperoleh pengetahuan tentang teknik budidaya tanaman dan keterampilan praktikal dalam bertani, serta memanfaatkan limbah plastik, daun serta limbah lainnya dalam bertani.

Selain itu nilai-nilai karakter kegiatan ini menumbuhkan nilai-nilai seperti gotong royong, tanggung jawab, dan kreativitas pada siswa. Serta kesehatan hasil panen sayuran organik dapat dinikmati bersama, sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat.

“Siswa belajar untuk mandiri dan bertanggung jawab atas apa yang mereka tanam,” ungkap Jimmy yang juga guru PKN SMA yang terletak di sebelah utara Pekkabata Pinrang ini.

Sedangkan Kepala SMAN 2 Pinrang, Abdul Wahid Nara, Rabu (28/05/2025) menjelaskan bahwa kegiatan P5 telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui kegiatan yang nyata dan relevan, siswa dapat mengembangkan potensi diri dan menjadi generasi muda yang berkarakter.

Abdul Wahid berharap semoga kisah inspiratif ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan program serupa, dan yang lebih utama siswa bisa menerapkan kelak jika sudah terjun kemasyarakat.

“Kami berharap siswa memiliki bekal dan kesadaran untuk mencintai lingkungan dan bisa berkebun dengan baik,” tutup mantan Ketua KNPI Pinrang ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *