Makassar, Mapress.co.id – UPT SPF SMP Negeri 40 Makassar, menggelar Pesantren Kilat, dan Gelar Karya P5, serta dirangkaikan dengan acara Buka Puasa Bersama, yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, Jum’at (21/03/2025).
Acara ini dihadiri oleh Kepala SMPN 40 Makassar, H. Ahmad Lamo, S.Pd, M.Pd, dan guru, staf, serta ratusan siswa dari berbagai tingkatan kelas.
Dalam keterangannya, Kepala SMPN 40 Makassar, H. Ahmad Lamo, Sabtu (22/03/2025) mengatakan bahwa, kegiatan pesantren kilat bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, serta memperdalam pemahaman agama Islam.
Selain kegiatan pesantren kilat yang diikuti siswa kelas VII dan VIII, juga dilaksanakan buka puasa bersama, yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar siswa SMPN 40 Makassar dan para guru, serta meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
“Jadi puasa di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya, agar kita mendapatkan safaat dari Allah SWT serta pahala, dan acara buka puasa bersama ini bukan sekadar ajang makan bersama, tetapi juga sebagai momen untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan,” ungkapnya.
Tak lupa H. Ahmad Lamo juga menyampaikan, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan berbagi di antara siswa, guru, serta seluruh civitas akademika. “Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” harapnya.
Tidak hanya itu, siswa kelas IX SMPN 40 Makassar juga melaksanakan kegiatan Gelar Karya P5. Dimana gelar karya P5 ini berupa pajangan hasil produk dan penjualan hasil produk di SMPN 40 Makassar.
Menurut H. Ahmad Lamo mengungkapkan bahwa, tujuan gelar karya P5 adalah untuk memperkuat karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
“Jadi gelar karya P5 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan P5 yang dilakukan oleh siswa di akhir semester,” jelasnya.
Diakhir keterangannya, H. Ahmad Lamo berharap kegiatan ini selalu dilaksanakan di tahun yang akan datang untuk menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadhan.
“Tentunya kami berharap dapat terus menjaga tradisi baik ini di setiap tahunnya sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa dalam menjunjung nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan solidaritas,” pungkasnya.

















