Cover

style=
Berita  

PW SEMMI Sulawesi Selatan Kecam Pudarnya Identitas Syarikat Islam dalam Arena Kongres IX

Banten, Mapress.co.id – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Sulawesi Selatan menyampaikan kekecewaan dan kecaman terhadap penyelenggaraan Kongres IX SEMMI yang dinilai mengabaikan identitas historis dan ideologis SEMMI sebagai organisasi yang lahir dari rahim Syarikat Islam.

PW SEMMI Sulawesi Selatan mencermati bahwa hingga pelaksanaan Kongres IX berlangsung, tidak terlihat simbol-simbol utama Syarikat Islam, baik berupa bendera maupun representasi kepemimpinan Syarikat Islam, di arena utama kongres.

Ironisnya, pada saat yang sama justru terdapat visual figur politik yang tidak memiliki keterkaitan historis dengan Syarikat Islam.

Bagi PW SEMMI Sulawesi Selatan, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis atau dekorasi, melainkan menyangkut penghormatan terhadap sejarah, jati diri, dan arah perjuangan SEMMI. Sebuah organisasi yang mengabaikan akar sejarahnya berisiko kehilangan karakter dan orientasi perjuangannya.

Ketua Umum PW SEMMI Sulawesi Selatan, Andi Muh. Idik Indra Maulana, menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

“Kami mengecam pengabaian terhadap identitas Syarikat Islam dalam arena Kongres IX SEMMI. Sangat disayangkan apabila forum tertinggi SEMMI justru tidak menghadirkan simbol-simbol yang menjadi akar sejarah lahirnya organisasi ini. Bagaimana mungkin kita berbicara tentang masa depan SEMMI jika penghormatan terhadap sejarahnya sendiri mulai diabaikan.” Ungkap idik indra, Rabu (22/07/2026).

Menurutnya, Kongres IX seharusnya menjadi momentum memperkuat identitas dan nilai-nilai perjuangan SEMMI, bukan justru menampilkan kesan bahwa akar historis organisasi besar ini dikesampingkan.

PW SEMMI Sulawesi Selatan menilai Organizing Committee (OC) dan Pengurus Besar SEMMI harus memberikan penjelasan serta melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut. Sebagai forum permusyawaratan tertinggi, Kongres memiliki tanggung jawab moral untuk menampilkan identitas organisasi secara utuh dan proporsional.

“Kami menghormati siapa pun yang memberikan perhatian terhadap SEMMI. Namun penghormatan itu tidak boleh mengaburkan identitas organisasi. SEMMI lahir dari rahim Syarikat Islam, sehingga sudah semestinya simbol, sejarah, dan nilai-nilai Syarikat Islam mendapatkan tempat yang terhormat dalam setiap agenda resmi organisasi, terlebih pada forum tertinggi seperti Kongres,” bebernya.

PW SEMMI Sulawesi Selatan menegaskan bahwa menjaga identitas organisasi bukanlah persoalan simbol semata, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah, konstitusi, dan nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi berdirinya SEMMI.

PW SEMMI Sulawesi Selatan menegaskan akan berdiri di garda terdepan dalam menjaga marwah, sejarah, dan identitas SEMMI sebagai organisasi yang lahir dari rahim Syarikat Islam.

“Kami tidak akan tinggal diam terhadap setiap upaya yang mengaburkan jati diri organisasi. Bagi kami, menjaga identitas SEMMI adalah menjaga kehormatan perjuangan, dan itu merupakan tanggung jawab yang tidak dapat ditawar. Kami akan berdiri di garda paling depan terkait persoalan ini,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *