Cover

style=

Bupati Takalar Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat TA 2026-2027

Takalar, Mapress.co.id – Pemerintah Kabupaten Takalar resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus (Daeng Manye), sebagai penanda dimulainya operasional sekolah berasrama yang menjadi bagian dari program nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Prosesi pembukaan berlangsung semarak dengan menampilkan berbagai pertunjukan budaya dan kreativitas siswa. Penampilan Angngaru serta tari kreasi daerah menjadi pembuka acara, kemudian dilanjutkan dengan pidato berbahasa Inggris yang dibawakan para siswa dan mendapat apresiasi dari tamu undangan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, Sekretaris Daerah, Wakil Ketua I DPRD Takalar, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial RI, Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian PUPR, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh, serta ratusan orang tua siswa.

Dalam sambutannya, perwakilan Kementerian Sosial RI memberikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat. Dari sembilan lokasi Sekolah Rakyat yang ada di Sulawesi Selatan, Takalar menjadi salah satu dari tiga daerah yang telah lebih dahulu memulai pelaksanaan MPLS, bersama Kota Makassar dan Kabupaten Sidenreng Rappang.

Menurutnya, percepatan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama kegiatan. Ratusan orang tua hadir mengantar putra-putri mereka memasuki lingkungan sekolah, sehingga jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan panitia.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar telah mencapai progres sekitar 85 persen. Meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian, fasilitas utama dinilai telah siap mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Ia juga mengapresiasi koordinasi yang terjalin antara Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Takalar sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Takalar mengungkapkan kehadiran Sekolah Rakyat di daerahnya merupakan hasil perjuangan yang tidak mudah. Meski proses pengusulan telah ditutup, Pemerintah Kabupaten Takalar tetap berupaya memenuhi seluruh persyaratan administrasi maupun teknis, mulai dari penyediaan lahan, kelengkapan sertifikat hingga kesiapan infrastruktur.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Takalar dipercaya menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat untuk dua jenjang pendidikan sekaligus, yakni SMP dan SMA.

Bupati menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan dukungan fasilitas pembelajaran modern, asrama, sarana olahraga, serta pemenuhan kebutuhan makan siswa. Ia optimistis sekolah tersebut akan melahirkan generasi yang mampu bersaing di masa depan.

“Kalau menanam padi, tiga bulan sudah panen. Tetapi pendidikan baru akan kita panen hasilnya 10 sampai 20 tahun ke depan. Dari sekolah ini saya berharap lahir camat, tentara, polisi, dokter, bupati, bahkan menteri. Tidak ada yang mustahil jika anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh,” ujar Bupati, Senin (13/07/2026).

Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Takalar menerima sebanyak 330 siswa. Dari jumlah tersebut, 60 siswa berasal dari Kabupaten Gowa dan akan mengikuti sistem pendidikan berasrama bersama siswa asal Kabupaten Takalar.

Bupati mengajak seluruh siswa memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia juga berharap dukungan orang tua, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan terus terjalin agar Sekolah Rakyat mampu menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan masa depan daerah dan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelaksanaan MPLS ini menjadi awal perjalanan pendidikan bagi ratusan siswa Sekolah Rakyat Takalar. Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, sekolah tersebut diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang mampu membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *