Cover

style=
Berita  

Usung Tiga Program Strategis, Bupati Takalar Gandeng Mitra Agroekologi Wujudkan Visi-Misi Pembangunan Daerah

Makassar, Mapress.co.id – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus (Daeng Manye), terus tancap gas dalam mewujudkan visi-misi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Langkah taktis terbaru ditunjukkan melalui pertemuan strategis bersama Ketua Kemitraan Agroekologi, Armin Salassa, dan Sekretaris Jenderal, Ade Nining, di Makassar, Kamis (25/06/2026).

Pertemuan ini digelar khusus untuk mematangkan agenda besar: Pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi di Kabupaten Takalar.

Langkah ini merupakan tindaklanjut konkret dari komitmen sebelumnya yang didesain secara sistematis, mulai dari Workshop Kebijakan Pengembangan Agroekologi, survei dan asesmen lokasi calon kawasan berbasis desa, hingga penyusunan modul pendidikan serta blueprint (cetak biru) pengelolaan kawasan.

Konvergensi Tiga Kementerian di Tingkat Desa-Desa yang nantinya terpilih sebagai Kawasan Pendidikan Agroekologi tidak sekadar menjadi tempat belajar, melainkan laboratorium hidup yang mengusung tiga program strategis, yaitu Program Kampung Iklim (ProKlim), Program Desa Berketahanan Pangan, dan Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture).

Menariknya, inisiatif lokal Takalar ini mengadopsi dan menyelaraskan langsung agenda besar dari tiga kementerian sekaligus, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Desa, dan Kementerian Pertanian.

Melalui integrasi ini, desa berbasis agroekologi di Takalar akan menjadi wilayah konvergensi program nasional yang didukung penuh oleh infrastruktur gerakan lokal, seperti kelembagaan Simpul Wilayah dan Forum Multipihak untuk Agroekologi.

Bupati Daeng Manye juga memperluas jaringan kolaborasinya. Pemerintah Kabupaten Takalar dipastikan akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Selatan, serta Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Kebakaran Hutan dan Lahan (KHL) Wilayah Sulawesi.

Keterlibatan instansi regional dan vertikal ini dinilai krusial untuk memperkuat pengawasan teknis, fasilitasi program ProKlim di tingkat tapak, serta mempercepat implementasi adaptasi perubahan iklim di Kabupaten Takalar.

Selaras dengan visi-misi Daeng Manye, langkah berani ini dinilai sangat koheren dengan visi-misi Bupati Takalar yang berfokus pada kemandirian ekonomi daerah, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan hidup.

Sejak awal menjabat, Daeng Manye berkomitmen membawa Takalar menjadi daerah yang inovatif dan adaptif terhadap tantangan global, termasuk perubahan iklim yang mengancam sektor pertanian lokal.

Dengan mendorong sektor pertanian agroekologi—yang meminimalkan input kimia dan menjaga ekosistem Takalar tidak hanya mengamankan ketersediaan pangan warganya secara mandiri, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui sektor eduwisata berbasis pertanian cerdas.

Setelah rangkaian workshop (cascading workshops) dan persiapan matang ini selesai, agenda akan dilanjutkan dengan sistem pemantauan mandiri (self-monitoring).

Hal ini guna memastikan bahwa penerapan praktik agroekologi yang berkelanjutan di Takalar benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta perlindungan lingkungan hidup secara jangka panjang.

Kolaborasi multipihak yang semakin solid ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Daeng Manye, Kabupaten Takalar siap bertransformasi menjadi salah satu pusat percontohan pembangunan hijau dan pertanian berkelanjutan di Sulawesi Selatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *