Makassar, Mapress.co.id – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) program asistensi mengajar, resmi mengakhiri kegiatan pengabdian di SMPN 1 Makassar, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan penarikan tersebut, dihadiri langsung pihak Universitas Negeri Makassar, dan pihak SMPN 1 Makassar.
Dalam keterangannya, Kepala SMPN 1 Makassar, Dr. Suaib Ramli, S.Pd, M.Pd mengatakan, selama kurang lebih empat bulan, mahasiswa melaksanakan berbagai aktivitas pembelajaran, pendampingan, serta keterlibatan langsung dalam lingkungan sekolah.
“Program ini tidak hanya memberikan pengalaman mengajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi proses pembelajaran dalam memahami karakter peserta didik yang masih berada pada masa pencarian jati diri,” ujarnya.
Menurutnya, menjadi seorang pendidik bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga membangun komunikasi yang baik, melatih kesabaran, serta menghadapi beragam dinamika siswa dengan pendekatan yang bijaksana dan humanis.
Selain itu, kegiatan asistensi mengajar, kata Suaib Ramli dapat memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana menjadi guru yang mampu mendidik, membimbing, dan memahami karakter peserta didik.
“Program asistensi mengajar ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik yang profesional dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa mendatang,” pungkasnya.
Sementara pihak Universitas Negeri Makassar, menyampaikan kegiatan asistensi mengajar ini merupakan kegiatan dari Kementerian yang bertujuan agar mahasiswa bisa mengetahui secara langsung proses pembelajaran, dan keadaan sekolah.
Selain itu, ada juga program-program kerja yang bisa mahasiswa tawarkan. “Jadi asistensi mengajar ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat, khususnya di sekolah,” jelasnya.
Dengan dilaksanakannya asistensi mengajar ini, diharapkan agar mahasiswa mendapatkan pelajaran dan pengalaman secara langsung di sekolah.
“Karena memang terjun langsung dalam kegiatan asistensi mengajar ini bisa membantu mengaplikasikan teori akademis ke dalam praktik nyata di lapangan, mengasah keterampilan mengajar, dan membantu pemerataan kualitas pendidikan,” tutupnya.

















