Takalar, Mapress.co.id – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus (Daeng Manye) resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) kepada enam pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar. Penyerahan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati sekitar pukul 14.00 WITA, Jumat (01/05/2026).
Langkah ini menjadi upaya cepat pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan jabatan pada sejumlah posisi strategis, mulai dari tingkat dinas hingga kecamatan.
Kekosongan tersebut dinilai berpotensi mengganggu ritme kerja birokrasi jika tidak segera diantisipasi.
“Penunjukan ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi juga bentuk kepercayaan dan tanggung jawab besar untuk menjaga ritme serta kinerja pemerintahan agar tetap optimal,” kata Daeng Manye.
Di level eselon II, dua jabatan kepala dinas kini diisi pelaksana tugas. Mustakim, yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas Peternakan menggantikan pejabat yang telah wafat.
Sementara Kepala Bagian Hukum Setda, Irwan Rahman, dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) sebagai Plt, melanjutkan kepemimpinan setelah masa tugas pejabat sebelumnya berakhir.
Perubahan juga menyasar wilayah kecamatan. Ayatullah Rawatib atau Daeng Romo, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Kominfo, kini menjadi Plt Camat Polongbangkeng Selatan. Ia menggantikan pejabat lama yang mendapat promosi jabatan.
Sementara di Kecamatan Mappakasunggu, Ilham Ismail atau Daeng Pungga, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan, ditunjuk sebagai Plt Camat.
Penguatan internal turut dilakukan pada sektor pengawasan dan legislatif. Nur Ilham Malik dari Inspektorat dipercaya sebagai Plt Inspektur Pembantu (Irban) II. Sementara itu, H. Baharuddin atau Daeng Limpo, yang menjabat Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD, kini merangkap sebagai Plt Kepala Bagian Keuangan untuk mengisi kekosongan setelah pejabat sebelumnya dipromosikan.
Firdaus menegaskan, penunjukan para pejabat tersebut didasarkan pada pertimbangan profesionalitas dan kebutuhan organisasi. Ia meminta para pejabat segera beradaptasi dengan tugas tambahan tanpa mengabaikan tanggung jawab utama.
Dengan formasi baru ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap akselerasi pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu. Respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, kata Firdaus, menjadi prioritas utama di tengah dinamika pemerintahan daerah.(*)



















