Makassar, Mapress.co.id – Menjelang pelaksanaan perdana Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026, UPT SPF SDI Maccini Baru menyatakan kesiapan mereka telah mencapai sekitar 90 persen.
Berbagai persiapan teknis, mulai dari perangkat hingga jaringan internet, telah dimaksimalkan guna mendukung kelancaran ujian.
Operator sekaligus proktor TKA SDI Maccini Baru, Saiful, mengungkapkan kesiapan sekolah terus dimatangkan menjelang hari pelaksanaan.
“Alhamdulillah, kesiapan SD kami itu sudah bolehlah dikatakan 90 persen terkait pelaksanaannya. Dimulai dari perangkat yang akan digunakan nanti pada saat ujian, berupa chromebook sebanyak 15 unit,” ujar Saiful, Selasa (14/04/2026).
Selain perangkat, kesiapan jaringan internet juga menjadi perhatian utama. Hingga saat ini, kondisi jaringan di sekolah dinilai masih stabil. “Terkait jaringan internetnya, untuk saat ini masih stabil,” jelasnya.
Pelaksanaan TKA di SDI Maccini Baru dijadwalkan berlangsung mulai 20 April 2026 selama empat hari. Ujian akan digelar dalam satu gelombang dengan total empat sesi, di mana setiap harinya dilaksanakan dua sesi.
“Pelaksanaan TKA itu nanti empat hari, terdiri dari satu gelombang, empat sesi. Dalam satu hari dilaksanakan dua sesi, jadi satu siswa itu melaksanakan ujian dua mata pelajaran,” beber Saiful.
Untuk mata pelajaran yang diujikan, hari pertama akan diisi dengan Bahasa Indonesia, sedangkan hari kedua Matematika.
Adapun jumlah peserta yang akan mengikuti TKA di sekolah tersebut sebanyak 60 siswa.
“Jumlah siswa kami yang melaksanakan nanti ujian TKA itu sebanyak 60 orang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Saiful berharap pelaksanaan TKA perdana ini dapat berjalan lancar tanpa kendala, khususnya pada aspek jaringan dan server pusat yang sebelumnya menjadi tantangan dalam pelaksanaan ANBK.
“Harapannya, semua pasti mengharapkan koneksi jaringannya stabil. Mengingat pelaksanaan TKA ini tidak jauh beda dengan pelaksanaan ANBK. Pengalaman dari pelaksanaan ANBK itu, kita terkendala di jaringan server pusat,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan, jika jaringan dan sistem berjalan baik, maka pelaksanaan ujian juga akan berlangsung optimal. “Kalau jaringannya lancar, Insya Allah pelaksanaan ujiannya juga lancar,” tutupnya.


















