Makassar, Mapress.co.id – Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) hadir sebagai pembina upacara di UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar dalam rangka mendorong penguatan karakter siswa, pencegahan perundungan, serta menciptakan budaya sekolah yang bersih dan sehat.
Kepala BBPMP, Dr. Ir. Imran, S.Kom., M.T., mengatakan kehadirannya merupakan bagian dari gerakan nasional yang mendorong para kepala UPT di lingkungan Kemendikbud untuk terlibat langsung sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah.
“Jadi ada minimal tiga hal yang kita mau sampaikan, kenapa kemudian kami hadir untuk menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah. Ini gerakan secara nasional,” ujar Dr. Imran, Senin (30/03/2026).
Ia juga menjelaskan, poin pertama adalah penguatan kembali nilai-nilai dalam upacara bendera agar tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi memiliki makna pembentukan karakter.
“Yang pertama, kita ingin masifkan ritualitas upacara bendera. Jadi ada tambahan seperti ikrar pelajar dan juga menyanyikan lagu setelah lagu wajib nasional, yaitu lagu ‘Sayangi Temanmu’,” jelasnya.
Menurutnya, lagu tersebut diciptakan untuk menanamkan rasa empati dan solidaritas antar siswa serta menekan angka perundungan yang masih tergolong tinggi di lingkungan sekolah.
“Lagu itu diciptakan untuk menumbuhkan rasa solidaritas, sayangi teman, hilangkan intoleransi, hilangkan perundungan. Karena angka perundungan di sekolah itu ternyata masih cukup tinggi,” katanya.
Selain itu, BBPMP juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gadget oleh siswa agar tidak terpapar informasi yang tidak sesuai dengan usia mereka.
“Yang kedua, kita ingin memastikan anak-anak kita terbebas dari terpaparnya informasi yang belum sesuai dengan usia mereka, dengan pembatasan penggunaan gadget,” ungkap Imran.
Lebih lanjut, pihaknya juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang bersih dan asri sebagai bagian of kenyamanan belajar siswa. Hal ini ditandai dengan penyerahan simbolis alat kebersihan kepada pihak sekolah.
“Yang ketiga adalah budaya sekolah asri. Kami tadi secara simbolis menyerahkan alat kebersihan agar setiap sekolah terjaga kebersihannya, kerapiannya, dan resiknya,” pesannya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, serta mendukung perkembangan fisik dan mental peserta didik.
“Mudah-mudahan ini menjadi pemicu agar anak-anak betah di sekolah, merasa nyaman, lingkungan lebih hijau, dan tentu sehat secara fisik maupun mental dalam proses belajar,” tutupnya.



















